WASHINGTON DC, METROSELEBES.COM – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, kembali memantik ketegangan dagang global.
Pemerintahannya mengisyaratkan akan memberlakukan tarif impor tinggi terhadap negara-negara mitra yang dianggap tidak menunjukkan “iktikad baik” dalam proses negosiasi perdagangan.
Baca Juga: Joe Biden Divonis Kanker Prostat, Donald Trump Sampaikan Simpati: Kami Sedih Mendengarnya
Isyarat keras ini disampaikan langsung oleh Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, dalam wawancara khusus pada Minggu, 18 Mei 2025.
Bessent menegaskan bahwa negara-negara yang tidak mau berunding secara adil akan segera menerima pemberitahuan resmi terkait tarif impor baru.
“Jika mereka tidak menunjukkan iktikad baik, maka mereka akan menerima surat yang menyatakan, ‘Inilah tarifnya.’ Jadi saya berharap semua negara akan datang dan bernegosiasi dengan iktikad baik,” ujar Bessent.
Baca Juga: Militer Israel Tembak Mati Tersangka Penyerang Wanita Hamil di Tepi Barat
Pernyataan ini mempertegas langkah yang sebelumnya telah diumumkan oleh Trump pada Rabu, 2 April 2025, terkait kenaikan tarif impor berbagai produk asing.
Meski sempat ditangguhkan selama 90 hari, kini masa tenggang tersebut semakin mendekati akhir, dan jika negosiasi tak membuahkan hasil, maka tarif tersebut akan diberlakukan penuh.
Langkah Trump ini langsung memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar internasional. Beberapa analis menyebut pendekatan tersebut sebagai “strategi ketidakpastian yang disengaja,” untuk menekan negara lain agar tunduk pada perjanjian dagang yang lebih menguntungkan bagi Amerika.
Baca Juga: Polandia Sita Ban Pesawat Boeing Tujuan Rusia, Diduga Langgar Sanksi Uni Eropa
Namun, kebijakan tarif tinggi ini tidak hanya mengguncang pasar global, tetapi juga mulai berdampak pada ekonomi domestik.
Sejumlah perusahaan besar seperti Walmart mengaku mengalami tekanan besar akibat kenaikan biaya impor dan mulai mengatur ulang rantai pasok mereka.
Walmart bahkan telah mengumumkan rencana kenaikan harga produk mulai akhir Mei 2025 sebagai respons terhadap lonjakan biaya.
Artikel Terkait
Harga Jagung Tembus Rp5.500, Siapa Untung, Siapa Gigit Jari
Saham Novavax Melonjak Usai Vaksin COVID-19 Dapat Persetujuan FDA dengan Syarat Khusus
Sekjen Baru DPD RI: Sinyal Perubahan atau Sekadar Seremonial
Pajero Sport 2025, SUV Tangguh dengan Sentuhan Modern dan Teknologi Canggih, Intip harganya..!
Polandia Sita Ban Pesawat Boeing Tujuan Rusia, Diduga Langgar Sanksi Uni Eropa
Triliunan untuk Jagung: Strategi Negara dalam Menjemput Kedaulatan Pangan
Militer Israel Tembak Mati Tersangka Penyerang Wanita Hamil di Tepi Barat
Tanggapi Kritik KPAI Soal Program Barak TNI, Dedi Mulyadi: Jangan Hanya Komentar, Ayo Turun Langsung
Lisa Mariana Kecewa Ridwan Kamil Absen di Sidang Gugatan, Singgung Janji “Kang Emil” untuk Hadir
Joe Biden Divonis Kanker Prostat, Donald Trump Sampaikan Simpati: Kami Sedih Mendengarnya