AS Longgarkan Tarif Impor Paket Kecil dari China, Era Emas E-commerce Mulai Meredup

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Rabu, 14 Mei 2025 | 19:08 WIB
Pekerja bekerja di jalur produksi pakaian untuk Shein di sebuah pabrik di Guangzhou, provinsi Guangdong, Tiongkok. Source FOTO: Reuters
Pekerja bekerja di jalur produksi pakaian untuk Shein di sebuah pabrik di Guangzhou, provinsi Guangdong, Tiongkok. Source FOTO: Reuters

Kebijakan tersebut sempat dituding sebagai celah masuknya barang murah dan barang ilegal, termasuk prekursor narkoba.

 

E-commerce China Terpukul. Perubahan tarif ini membawa dampak besar bagi pemain e-commerce China seperti Shein dan Temu, yang selama ini sangat bergantung pada pengiriman cepat dan murah ke pasar Amerika.

Lebih dari 90% kiriman masuk ke AS menggunakan jalur "de minimis", dan sekitar 60% di antaranya berasal dari China.

Baca Juga: Nyaris Meletus Perang Nuklir: Saat Rudal Terbang dan Telepon Diplomasi Menyelamatkan Dunia

Menurut analis dari Brands Factory, Jianlong Hu, tarif sebesar 54% masih tergolong tinggi dan kemungkinan akan memaksa banyak penjual menahan pengiriman atau mencari strategi baru. “Shein mungkin masih memilih membayar tarif tinggi demi menjaga kecepatan pengiriman.

Tapi secara umum, saya pikir masa kejayaan pengiriman paket kecil dari China ke AS sudah berakhir,” ujarnya.

Baca Juga: Pintu Keluar di Tengah Serangan: AS dan Houthi Sepakat Akhiri Konflik

Industri AS Bersiap Bangkit. Di sisi lain, pemerintah AS melihat langkah ini sebagai bagian dari upaya memulihkan industri manufaktur dalam negeri. Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, mengatakan kepada CNBC bahwa tarif global sebesar 10% akan tetap dipertahankan guna memberi perlindungan terhadap produsen lokal.

Baca Juga: Hakim AS Restui Trump Pakai Undang-Undang Kuno untuk Usir Anggota Geng

Namun tidak semua produk bisa menikmati tarif yang lebih ringan. Barang-barang sektor medis seperti jarum suntik dan sarung tangan bedah tetap dikenakan tarif hingga 100% berdasarkan penyelidikan keamanan nasional AS.

 

Kritik Terhadap Celah "De Minimis". Kebijakan "de minimis" yang telah ada sejak 1938 kini menjadi sasaran kritik dari anggota parlemen AS karena dianggap menjadi celah bagi produk China untuk menghindari tarif dan prosedur pemeriksaan bea cukai. Selain itu, jalur ini juga dikaitkan dengan maraknya masuknya narkoba sintetis ke AS.

Baca Juga: Sisi Gelap Patrick Kluivert: Kontroversi di Balik Karier Gemilang

Data Bea Cukai AS menyebutkan bahwa pada tahun fiskal 2023, nilai rata-rata per paket "de minimis" hanya USD 54.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Rekomendasi

Terkini

X