Hakim AS Restui Trump Pakai Undang-Undang Kuno untuk Usir Anggota Geng

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Rabu, 14 Mei 2025 | 10:21 WIB
Migran Venezuela diperiksa sebelum menaiki penerbangan repatriasi sebagai bagian dari proses penegakan imigrasi, di Bandara Internasional Valley, di Harlingen, Texas, AS. Source FOTO: REUTERS
Migran Venezuela diperiksa sebelum menaiki penerbangan repatriasi sebagai bagian dari proses penegakan imigrasi, di Bandara Internasional Valley, di Harlingen, Texas, AS. Source FOTO: REUTERS

PITTSBURGH,METROSELEBES.COM-Dalam keputusan yang mengejutkan, seorang hakim federal di Pennsylvania memutuskan bahwa mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dapat menggunakan Alien Enemies Act—undang-undang kuno dari tahun 1798—untuk mendeportasi warga Venezuela yang dituduh sebagai anggota geng kriminal internasional, Tren de Aragua.

Baca Juga: Trump Amankan Komitmen Investasi Rp9.600 Triliun dari Arab Saudi, Teken Kesepakatan Pertahanan Terbesar Sepanjang Sejarah

Keputusan ini menjadi yang pertama kali mendukung interpretasi Trump terhadap undang-undang yang awalnya dirancang untuk menghadapi musuh negara selama masa perang.

 

Dalam putusannya, Hakim Distrik Stephanie Haines menyatakan bahwa Trump memiliki wewenang untuk menetapkan geng Tren de Aragua sebagai organisasi teroris asing, yang kemudian memungkinkan proses deportasi dipercepat terhadap anggotanya.

Baca Juga: Sisi Gelap Patrick Kluivert: Kontroversi di Balik Karier Gemilang

Namun, Hakim Haines juga memberikan peringatan keras kepada pemerintah. Ia mengecam praktik deportasi yang dilakukan dalam waktu sangat singkat—bahkan hanya beberapa jam setelah penangkapan—dan memerintahkan agar setiap individu yang akan dideportasi diberikan pemberitahuan minimal 21 hari untuk menyiapkan pembelaan serta kesempatan menantang keputusan tersebut di pengadilan.

Baca Juga: Bus Shalawat Beroperasi 24 Jam, PPIH Layani Mobilitas Jemaah Haji Indonesia Lewat 27 Rute dari 205 Hotel

"Tanpa perlindungan ini, ada risiko besar bahwa orang-orang yang sebenarnya tidak terkait dengan geng dapat secara keliru dikeluarkan dari Amerika Serikat," tulis Haines dalam dokumen pengadilan.

 

Putusan ini muncul dalam kasus seorang warga negara Venezuela berinisial A.S.R., yang ditahan oleh Imigrasi dan Bea Cukai . Meskipun status keterlibatannya dalam geng belum diputuskan, Hakim Haines menekankan pentingnya memberikan hak-hak dasar hukum kepada semua terdakwa.

Baca Juga: Trump Incar Triliunan Dolar di Teluk, Abaikan Isu Gaza dan Iran

Selain itu, hakim memerintahkan agar pemberitahuan deportasi diberikan dalam bahasa Spanyol dan Inggris, serta mewajibkan kehadiran penerjemah bila diperlukan untuk memastikan proses hukum yang adil.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Rekomendasi

Terkini

X