ISLAMABAD/NEW DELHI,METROSELEBES.COM– Ketegangan antara dua negara bersenjata nuklir, India dan Pakistan, hampir meledak menjadi perang terbuka pada Sabtu dini hari, 10 Mei 2025. Dentuman keras mengguncang kota Rawalpindi, Pakistan, pukul 02.09 waktu setempat, menandai dimulainya serangan udara yang bisa saja memicu konfrontasi nuklir besar di Asia Selatan—jika tidak ada campur tangan cepat dari Amerika Serikat.
Baca Juga: Pintu Keluar di Tengah Serangan: AS dan Houthi Sepakat Akhiri Konflik
Situasi bermula dari serangan bom pada 22 April di wilayah Kashmir yang menewaskan 26 orang, sebagian besar wisatawan. India langsung menuduh kelompok militan yang didukung Pakistan sebagai pelaku. Pakistan membantah keras tuduhan tersebut, namun India melancarkan serangan udara balasan pada 7 Mei ke beberapa lokasi yang disebut sebagai basis militan di wilayah Pakistan.
Baca Juga: Hakim AS Restui Trump Pakai Undang-Undang Kuno untuk Usir Anggota Geng
Situasi memburuk saat pesawat-pesawat tempur India menargetkan tiga pangkalan udara utama di Pakistan, termasuk Pangkalan Udara Nur Khan yang terletak dekat ibu kota Islamabad dan hanya satu kilometer dari markas pengendali nuklir Pakistan. Serangan ini mengejutkan warga sipil di sekitarnya dan memicu ketakutan akan pembalasan skala besar.
Salah satu saksi mata, Ahmad Subhan, mengungkapkan bahwa dentuman bom pertama membuat ia dan keluarganya melarikan diri dari rumah mereka. “Kami baru saja sadar ada ledakan pertama, tiba-tiba ada ledakan kedua. Kami lari tanpa membawa apapun,” kata Subhan.
Pangkalan Udara Nur Khan mengalami kerusakan pada dua bangunan dan sebuah hanggar, menurut sumber militer Pakistan. Sementara itu, pihak India mengklaim telah menyerang pusat komando operasi di pangkalan tersebut.
Baca Juga: Sisi Gelap Patrick Kluivert: Kontroversi di Balik Karier Gemilang