Ia menegaskan bahwa keputusan China untuk kembali berunding dengan AS didorong oleh kepentingan nasional serta daya tarik industri dan konsumen Negeri Paman Sam.
"China telah memutuskan untuk melibatkan kembali AS," pungkasnya.
Perundingan ini dinantikan sebagai momentum penting menuju perdamaian dagang yang telah lama dinanti dunia.***
Artikel Terkait
Biden Kritik Trump soal Ukraina: “Menyerah pada Rusia Adalah Penenangan Gaya Baru
GaroSero Ungkap Rekaman Baru, Kim Sae-ron Diduga Alami Grooming Sejak Remaja oleh Aktor Terkenal
Hyundai Palisade Tampil Mewah dan Tangguh, Jadi SUV Keluarga Pilihan di Segmen Menengah
Paris Bukan Tempat Bahagia Bagi Arsenal, Misi Liga Champions Gagal Total
Kejagung Bongkar Kontrak Fiktif Satelit Kemhan RI, Negara Rugi Rp353 Miliar
Langit Memerah, Rudal India Hantam Kompleks di Pakistan, Warga Panik dan Masjid Jadi Sasaran
Skandal Satelit Kemhan RI, Kejagung Tetapkan 3 Tersangka Termasuk Purnawirawan TNI dan CEO Asing
India Gempur, Pakistan Ancam Balas! Krisis Dua Negara Nuklir Memanas
Sinergi Strategis Kemdiktisaintek dan Basarnas: Inovasi Kampus untuk Penyelamatan dan Penanggulangan Bencana
Buka Lagi! Beasiswa Garuda Gelombang 2 Resmi Dibuka, Kesempatan Emas Studi ke Luar Negeri Kini di Depan Mata!
Tiga Gedung Fakultas Baru Diresmikan di IPDN Jatinangor, Menko AHY: Menuju Center of Excellence untuk Indonesia Emas 2045!