PARIS,METROSELEBES.COM-Asa Mikel Arteta untuk mencetak sejarah bersama Arsenal di panggung Liga Champions harus kandas menyakitkan di kota cinta, Paris. Bukannya sejarah manis, justru luka lama kembali menganga setelah The Gunners ditundukkan Paris Saint-Germain 2-1 di leg kedua semifinal, Rabu dini hari WIB.
Parc des Princes bergemuruh dalam pesta kembang api. PSG melaju ke final dan Arsenal harus pulang dengan tangan hampa — lagi. Kekalahan ini memperpanjang puasa gelar mereka selama lima tahun, sejak terakhir kali Arteta mempersembahkan Piala FA pada 2020.
Baca Juga: Dibuang Manchester United, Bersinar di Real Betis. Inilah Sisi Lain dari Antony
Arsenal sejatinya tampil penuh semangat. Kombinasi Odegaard, Saka, dan Declan Rice menciptakan ancaman nyata di awal laga. Tapi tembok bernama Gianluigi Donnarumma kembali jadi mimpi buruk. Penjaga gawang Italia itu menggagalkan peluang emas Gabriel Martinelli dan melakukan penyelamatan kelas dunia dari sepakan Odegaard.
Ironisnya, 20 menit awal di kedua leg menjadi penentu segalanya. PSG mencetak gol lebih dulu di Emirates dan kembali mengulang luka itu lewat penyelesaian tajam Ousmane Dembele di Paris. Arsenal hanya bisa membalas satu gol — tak cukup untuk lolos.
Arteta, yang sebelumnya lantang mengatakan mereka datang ke Paris untuk membuat sejarah, kini harus menatap kenyataan pahit: timnya kembali gagal di saat krusial. Lebih dari sekadar kekalahan, ini adalah sinyal bahwa "proses panjang" Arsenal belum cukup untuk bersaing di level tertinggi.
Baca Juga: Diam di Luar, Menggelegar di Dalam: Wajah Lain Mohamed Salah!!!
Dengan final Liga Champions yang kini jadi milik PSG dan Inter Milan, Arsenal harus kembali ke Liga Primer dengan satu misi: mengamankan posisi lima besar demi tiket Eropa musim depan.
Nama-nama muda seperti Myles Lewis-Skelly memang menjanjikan masa depan, tapi klub sekelas Arsenal tak bisa terus hidup dari harapan. Mereka butuh gelar. Butuh pembuktian.