Tujuh Tewas, Puluhan Terluka dalam Tragedi Kereta Anjlok Akibat Jembatan Ambruk di Wilayah Perbatasan Rusia-Ukraina

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Minggu, 1 Juni 2025 | 08:15 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri pertemuan dengan Gubernur wilayah Bryansk, Alexander Bogomaz, melalui tautan video dari kediamannya di luar Moskow, Rusia. Source FOTO: REUTERS
Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri pertemuan dengan Gubernur wilayah Bryansk, Alexander Bogomaz, melalui tautan video dari kediamannya di luar Moskow, Rusia. Source FOTO: REUTERS

BRYANSK,RUSIA,METROSELEBES.COM-Sebuah insiden tragis terjadi di wilayah Bryansk, Rusia, yang berbatasan langsung dengan Ukraina, ketika sebuah jembatan tiba-tiba runtuh dan menyebabkan kereta api penumpang anjlok. Akibat peristiwa ini, sedikitnya tujuh orang dilaporkan tewas dan 30 lainnya dilarikan ke rumah sakit. Dua dari korban luka adalah anak-anak, salah satunya dalam kondisi kritis.

Baca Juga: Kemkomdigi dan SAP Jajaki Kolaborasi Strategis Bangun Ekosistem AI Nasional yang Etis dan Berdaulat

Menurut laporan dari Otoritas Perkeretaapian Rusia (Russian Railways), kecelakaan terjadi setelah struktur bentang jembatan runtuh akibat apa yang mereka sebut sebagai "intervensi ilegal terhadap sistem transportasi." Kereta yang sedang melaju dari kota Klimovo menuju Moskow tidak sempat menghindari reruntuhan dan tergelincir dari rel di distrik Vygonichskyi, sekitar 100 km dari perbatasan Ukraina.

 

Salah satu korban tewas adalah masinis kereta, sebagaimana dikonfirmasi oleh sumber medis yang dikutip oleh kantor berita negara Rusia. Gubernur wilayah Bryansk, Alexander Bogomaz, menyampaikan bahwa semua upaya kini difokuskan pada pencarian dan penyelamatan korban. Sekitar 180 personel dari Kementerian Situasi Darurat Rusia dikerahkan dalam operasi ini.

Baca Juga: Kasus Cedera Dan Patah Tulang Meningkat Saat Haji 2025, Mayoritas Jemaah Lansia..!

Di tengah penyelidikan awal, saluran Telegram Baza — yang kerap membagikan informasi dari sumber keamanan dan penegak hukum — melaporkan bahwa ledakan diduga menjadi penyebab runtuhnya jembatan. Namun, laporan ini belum dapat diverifikasi secara independen oleh Reuters, dan belum ada tanggapan resmi dari pihak Ukraina.

 

Sejak pecahnya konflik Rusia-Ukraina lebih dari tiga tahun lalu, wilayah perbatasan seperti Bryansk, Kursk, dan Belgorod kerap menjadi sasaran serangan lintas batas, termasuk penembakan, serangan drone, hingga operasi penyusupan rahasia.

 

Di tengah ketegangan yang terus meningkat, mantan Presiden AS Donald Trump menyerukan agar Moskow dan Kyiv segera mencapai kesepakatan damai. Pemerintah Rusia juga telah mengusulkan putaran kedua perundingan langsung dengan pejabat Ukraina di Istanbul pada pekan depan. Namun, pihak Ukraina belum menyatakan kesediaan hadir, dengan alasan perlu meninjau terlebih dahulu usulan yang diajukan Rusia. Di sisi lain, seorang senator senior AS memperingatkan bahwa Moskow akan menghadapi sanksi tambahan dari Washington jika eskalasi berlanjut.

Baca Juga: Proses Hukum Tetap Jalan, 16 Mahasiswa Trisakti Dipulangkan Usai Ricuh Aksi di Balai Kota

Tragedi ini menambah daftar panjang ketegangan dan korban dalam konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir. Penyelidikan lebih lanjut masih berlangsung untuk mengungkap dalang di balik runtuhnya jembatan yang membawa petaka ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X