Apakah Amerika Masih Ramah untuk Mahasiswa Tiongkok?

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Minggu, 1 Juni 2025 | 08:35 WIB
Mahasiswi pascasarjana Lainey, yang sedang menunggu untuk melanjutkan proses visa guna melanjutkan studi PhD di Amerika Serikat, berjalan keluar dari kampus universitasnya, saat wawancara dengan Reuters, di Beijing, China. Source FOTO: REUTERS
Mahasiswi pascasarjana Lainey, yang sedang menunggu untuk melanjutkan proses visa guna melanjutkan studi PhD di Amerika Serikat, berjalan keluar dari kampus universitasnya, saat wawancara dengan Reuters, di Beijing, China. Source FOTO: REUTERS

BEIJING,METROSELEBES.COM-Ketegangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok kini berdampak langsung pada ribuan mahasiswa Tiongkok yang tengah mengejar mimpi akademis mereka di negeri Paman Sam. Lainey, seorang mahasiswi pascasarjana berusia 24 tahun asal Beijing, menjadi salah satu dari banyak calon mahasiswa PhD yang nasibnya terombang-ambing akibat pengetatan kebijakan visa oleh pemerintah AS.

Baca Juga: IAEA Ungkap Kegiatan Nuklir Rahasia Iran, Ketegangan Internasional Memuncak

Lainey, yang menolak menyebutkan nama lengkapnya demi alasan privasi, telah diterima di program doktoral sosiologi di University of California — universitas impiannya. Namun, langkahnya untuk melanjutkan studi harus tertunda karena perubahan mendadak dalam kebijakan visa yang semakin ketat terhadap warga negara Tiongkok.

 

“Kami merasa tidak berdaya dan tidak bisa melakukan apa-apa,” ujar Lainey dalam wawancara dengan Reuters. “Sejak saya mengajukan PhD, serangkaian kebijakan visa ini terus berubah dan tidak menguntungkan kami. Tapi kami tak punya pilihan selain menunggu.”

Baca Juga: Tujuh Tewas, Puluhan Terluka dalam Tragedi Kereta Anjlok Akibat Jembatan Ambruk di Wilayah Perbatasan Rusia-Ukraina

Kementerian Luar Negeri AS menyatakan tidak akan mentoleransi eksploitasi universitas Amerika atau pencurian riset serta kekayaan intelektual oleh pihak-pihak yang terafiliasi dengan Beijing. Meskipun tidak dijelaskan secara rinci berapa banyak mahasiswa yang akan terkena dampaknya, juru bicara Tammy Bruce menyebut akan ada langkah agresif untuk mencabut visa yang dianggap bermasalah.

 

Kebijakan ini menjadi lanjutan dari pendekatan keras terhadap imigrasi yang diambil pemerintahan Trump dan kini diteruskan dengan fokus khusus terhadap mahasiswa internasional asal Tiongkok. Sekitar 277.000 mahasiswa Tiongkok tengah menempuh studi di perguruan tinggi AS, menyumbang hampir seBaca Juga: Kasus Cedera Dan Patah Tulang Meningkat Saat Haji 2025, Mayoritas Jemaah Lansia..!perempat dari total mahasiswa internasional di sana.

 

Jika pencabutan visa diterapkan secara luas, hal ini bisa memutus salah satu sumber pendapatan penting bagi universitas-universitas AS sekaligus menghambat pasokan bakat di bidang teknologi, terutama dalam sektor sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM), di mana mahasiswa Tiongkok menyumbang 16% dari total mahasiswa pascasarjana.

 

Menimbang Penundaan atau Alternatif. Lainey kini mempertimbangkan untuk menunda pendaftaran selama setahun, sembari menunggu kejelasan jadwal wawancara visa yang sempat dihentikan oleh otoritas diplomatik AS di seluruh dunia.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X