Petrobras Pangkas Harga Bahan Bakar Pesawat, Industri Penerbangan Bernafas Lega

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Minggu, 1 Juni 2025 | 09:06 WIB
Logo perusahaan minyak milik negara Brasil, Petrobras, terlihat di gedungnya di Rio de Janeiro, Brasil. Source FOTO: REUTERS
Logo perusahaan minyak milik negara Brasil, Petrobras, terlihat di gedungnya di Rio de Janeiro, Brasil. Source FOTO: REUTERS

RIO DE JANEIORO,METROSELEBES.COM-Perusahaan minyak milik negara Brasil, Petrobras, mengumumkan akan menurunkan harga rata-rata bahan bakar pesawat (avtur) sebesar 7,9% mulai 1 Juni 2025. Penurunan ini setara dengan pengurangan sebesar 0,28 real atau sekitar 0,0490 dolar AS per liter bagi para distributor. Seperti dikutip dari Reuters pada Sabtu (31/05/2025).

Baca Juga: Pemerintah China Desak Industri Otomotif Akhiri Perang Harga yang Mencekik

Langkah ini disampaikan oleh perusahaan melalui pernyataan resmi pada Jumat (30/05/2025), dan diperkirakan akan memberikan dampak positif terhadap industri penerbangan Brasil yang tengah berupaya menekan biaya operasional di tengah fluktuasi harga energi global.

 

Pemotongan harga avtur ini mencerminkan strategi Petrobras dalam menyesuaikan harga berdasarkan pasar internasional serta kondisi pasokan dan permintaan domestik. Selain itu, keputusan ini juga berpotensi mengurangi tekanan biaya pada maskapai penerbangan dan memberikan efek lanjutan pada harga tiket penumpang.

Baca Juga: Ekspor Korea Selatan Melemah, Pengaruh Perang Dagang Kian Terasa

Petrobras secara rutin melakukan peninjauan harga bahan bakar yang dijual ke distributor, dan langkah terbaru ini merupakan bagian dari kebijakan perusahaan untuk menjaga daya saing serta mendukung pemulihan sektor transportasi udara pascapandemi.

Baca Juga: Apakah Amerika Masih Ramah untuk Mahasiswa Tiongkok?

Dengan penurunan harga ini, para pelaku industri penerbangan berharap bisa memperoleh ruang lebih untuk melakukan efisiensi operasional tanpa mengorbankan kualitas layanan kepada konsumen.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X