JERMAN,METROSELEBES.COM-Produsen panel surya asal Swiss, Meyer Burger Technology AG, resmi mengajukan permohonan kepailitan untuk dua anak perusahaannya di Jerman. Langkah ini menjadi pukulan terbaru bagi industri energi terbarukan Eropa yang semakin terjepit oleh serbuan produk murah dari Asia.
Baca Juga: Petrobras Pangkas Harga Bahan Bakar Pesawat, Industri Penerbangan Bernafas Lega
Dalam pernyataan resmi pada Sabtu (31/05/2025), perusahaan menyebut bahwa dua entitasnya di Jerman—Meyer Burger (Industries) GmbH dan Meyer Burger (Germany) GmbH—telah memulai proses kepailitan. Proses hukum akan dijalankan bersama seorang administrator sementara yang akan ditunjuk oleh pengadilan.
Meski demikian, perusahaan menegaskan upaya untuk mempertahankan operasi di lokasi-lokasi Jerman tersebut akan tetap dilanjutkan selama proses kepailitan berlangsung.
Baca Juga: Pemerintah China Desak Industri Otomotif Akhiri Perang Harga yang Mencekik
Sementara itu, kantor pusat perusahaan di Swiss, Meyer Burger (Switzerland) AG, yang mempekerjakan sekitar 60 karyawan di kota Thun, dipastikan tetap beroperasi. Anak usaha lainnya di Amerika, Meyer Burger (Americas), yang pada Kamis lalu telah resmi menutup pabrik panel surya di Arizona dan merumahkan seluruh 282 karyawannya, juga akan tetap eksis secara hukum meskipun telah menghentikan kegiatan operasional.
Pada April lalu, Meyer Burger telah mengumumkan rencana pemotongan jam kerja untuk sekitar 300 karyawan di pabriknya di Jerman per 1 Mei, menyusul krisis pasokan material. Masalah serupa juga berdampak pada operasional pabrik di Amerika Serikat.
Baca Juga: Ekspor Korea Selatan Melemah, Pengaruh Perang Dagang Kian Terasa
Kondisi ini mencerminkan tekanan besar yang dihadapi industri energi bersih di Barat akibat membanjirnya produk surya murah dari Asia, terutama Tiongkok, yang membuat produsen lokal sulit bersaing baik dari sisi harga maupun volume produksi.
Sebagai tambahan, Meyer Burger juga mengungkap bahwa mereka telah meminta perpanjangan tenggat waktu untuk menyampaikan laporan keuangan tahun 2024, yang semestinya berakhir pada Sabtu ini.
Baca Juga: Apakah Amerika Masih Ramah untuk Mahasiswa Tiongkok?
Artikel Terkait
Kasus Varian Covid-19 Meningkat di Thailand Dan Singapura, Kemenkes RI Imbau Warga Tetap Waspada
Proses Hukum Tetap Jalan, 16 Mahasiswa Trisakti Dipulangkan Usai Ricuh Aksi di Balai Kota
Kasus Cedera Dan Patah Tulang Meningkat Saat Haji 2025, Mayoritas Jemaah Lansia..!
Kemkomdigi dan SAP Jajaki Kolaborasi Strategis Bangun Ekosistem AI Nasional yang Etis dan Berdaulat
Tujuh Tewas, Puluhan Terluka dalam Tragedi Kereta Anjlok Akibat Jembatan Ambruk di Wilayah Perbatasan Rusia-Ukraina
IAEA Ungkap Kegiatan Nuklir Rahasia Iran, Ketegangan Internasional Memuncak
Apakah Amerika Masih Ramah untuk Mahasiswa Tiongkok?
Ekspor Korea Selatan Melemah, Pengaruh Perang Dagang Kian Terasa
Pemerintah China Desak Industri Otomotif Akhiri Perang Harga yang Mencekik
Petrobras Pangkas Harga Bahan Bakar Pesawat, Industri Penerbangan Bernafas Lega