WINA,METROSELEBES.COM-Badan Energi Atom Internasional (IAEA) merilis laporan mengejutkan yang menyatakan bahwa Iran telah melakukan kegiatan nuklir rahasia dengan menggunakan bahan nuklir yang tidak dilaporkan kepada badan pengawas PBB tersebut. Temuan ini menyoroti tiga lokasi yang selama bertahun-tahun telah menjadi fokus penyelidikan IAEA. Seperti dikutip dari Reuters pada Sabtu (31/05/2025).
Laporan komprehensif yang bersifat rahasia tersebut disampaikan kepada negara-negara anggota IAEA, dan menurut para diplomat, menjadi dasar bagi Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan Jerman untuk mengajukan resolusi pada sidang Dewan Gubernur IAEA pekan depan. Jika disahkan, resolusi ini dapat secara resmi menyatakan Iran melanggar kewajiban non-proliferasi nuklirnya—untuk pertama kalinya dalam hampir dua dekade.
Iran Tolak Laporan, Sebut Bermuatan Politik. Pemerintah Iran langsung bereaksi keras. Dalam pernyataan bersama, Kementerian Luar Negeri Iran dan Organisasi Energi Atom Iran mengecam laporan tersebut sebagai "bermotif politik". Mereka menegaskan bahwa Teheran akan mengambil “langkah-langkah yang sesuai” jika Dewan Gubernur berupaya mengambil tindakan terhadap negara tersebut, meski tanpa merinci langkah apa yang dimaksud.
Baca Juga: Kemkomdigi dan SAP Jajaki Kolaborasi Strategis Bangun Ekosistem AI Nasional yang Etis dan Berdaulat
Iran selama ini bersikeras bahwa program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai, dan terus membantah tuduhan Barat bahwa negara itu sedang mengembangkan senjata nuklir.
Temuan Mengejutkan dan Rinci. Laporan IAEA tersebut menyimpulkan bahwa tiga lokasi—Lavisan-Shian, Varamin, dan Turquzabad—pernah menjadi bagian dari program nuklir rahasia yang terstruktur dan tidak diumumkan, yang dijalankan Iran hingga awal 2000-an. Di lokasi Lavisan-Shian, ditemukan bahwa cakram logam uranium digunakan untuk menguji sumber neutron yang digerakkan dengan bahan peledak—proses yang digunakan dalam pembuatan senjata nuklir—setidaknya dua kali pada tahun 2003.
Baca Juga: Kasus Cedera Dan Patah Tulang Meningkat Saat Haji 2025, Mayoritas Jemaah Lansia..!
Peralatan yang sangat terkontaminasi dan bahan nuklir dari program tersebut diduga disimpan di lokasi keempat, yaitu Turquzabad, antara tahun 2009 dan 2018.
Lebih lanjut, IAEA menyebut kerja sama Iran dengan badan tersebut masih “kurang memuaskan” dalam beberapa aspek penting, termasuk kurangnya penjelasan terkait jejak uranium yang ditemukan bertahun-tahun lalu.
Artikel Terkait
Melimpahnya Stok Hewan Kurban 2025: Jaminan Ibadah Iduladha yang Aman dan Lancar
Ketegangan Memuncak: Kuba Berikan Peringatan kepada Diplomat AS Terkait Dugaan Campur Tangan Internal
Mahkamah Agung AS Beri Kemenangan bagi Trump dalam Kebijakan Imigrasi, Meski Disertai Keraguan
Jasad Masih Misterius, Fakta Terbaru Pembunuhan Bos Sawit di Riau Terkuak
Sejumlah Universitas Top Inggris Tertarik Dirikan Kampus di Indonesia, Ini Kata Seskab Teddy..!
Kasus Varian Covid-19 Meningkat di Thailand Dan Singapura, Kemenkes RI Imbau Warga Tetap Waspada
Proses Hukum Tetap Jalan, 16 Mahasiswa Trisakti Dipulangkan Usai Ricuh Aksi di Balai Kota
Kasus Cedera Dan Patah Tulang Meningkat Saat Haji 2025, Mayoritas Jemaah Lansia..!
Kemkomdigi dan SAP Jajaki Kolaborasi Strategis Bangun Ekosistem AI Nasional yang Etis dan Berdaulat
Tujuh Tewas, Puluhan Terluka dalam Tragedi Kereta Anjlok Akibat Jembatan Ambruk di Wilayah Perbatasan Rusia-Ukraina