IAEA Ungkap Kegiatan Nuklir Rahasia Iran, Ketegangan Internasional Memuncak

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Minggu, 1 Juni 2025 | 08:25 WIB
Direktur Jenderal Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, mengunjungi pameran pencapaian nuklir Iran di Teheran, Iran. Source FOTO: REUTERS
Direktur Jenderal Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, mengunjungi pameran pencapaian nuklir Iran di Teheran, Iran. Source FOTO: REUTERS

WINA,METROSELEBES.COM-Badan Energi Atom Internasional (IAEA) merilis laporan mengejutkan yang menyatakan bahwa Iran telah melakukan kegiatan nuklir rahasia dengan menggunakan bahan nuklir yang tidak dilaporkan kepada badan pengawas PBB tersebut. Temuan ini menyoroti tiga lokasi yang selama bertahun-tahun telah menjadi fokus penyelidikan IAEA. Seperti dikutip dari Reuters pada Sabtu (31/05/2025).

Baca Juga: Tujuh Tewas, Puluhan Terluka dalam Tragedi Kereta Anjlok Akibat Jembatan Ambruk di Wilayah Perbatasan Rusia-Ukraina

Laporan komprehensif yang bersifat rahasia tersebut disampaikan kepada negara-negara anggota IAEA, dan menurut para diplomat, menjadi dasar bagi Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan Jerman untuk mengajukan resolusi pada sidang Dewan Gubernur IAEA pekan depan. Jika disahkan, resolusi ini dapat secara resmi menyatakan Iran melanggar kewajiban non-proliferasi nuklirnya—untuk pertama kalinya dalam hampir dua dekade.

 

Iran Tolak Laporan, Sebut Bermuatan Politik. Pemerintah Iran langsung bereaksi keras. Dalam pernyataan bersama, Kementerian Luar Negeri Iran dan Organisasi Energi Atom Iran mengecam laporan tersebut sebagai "bermotif politik". Mereka menegaskan bahwa Teheran akan mengambil “langkah-langkah yang sesuai” jika Dewan Gubernur berupaya mengambil tindakan terhadap negara tersebut, meski tanpa merinci langkah apa yang dimaksud.

Baca Juga: Kemkomdigi dan SAP Jajaki Kolaborasi Strategis Bangun Ekosistem AI Nasional yang Etis dan Berdaulat

Iran selama ini bersikeras bahwa program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai, dan terus membantah tuduhan Barat bahwa negara itu sedang mengembangkan senjata nuklir.

 

Temuan Mengejutkan dan Rinci. Laporan IAEA tersebut menyimpulkan bahwa tiga lokasi—Lavisan-Shian, Varamin, dan Turquzabad—pernah menjadi bagian dari program nuklir rahasia yang terstruktur dan tidak diumumkan, yang dijalankan Iran hingga awal 2000-an. Di lokasi Lavisan-Shian, ditemukan bahwa cakram logam uranium digunakan untuk menguji sumber neutron yang digerakkan dengan bahan peledak—proses yang digunakan dalam pembuatan senjata nuklir—setidaknya dua kali pada tahun 2003.

Baca Juga: Kasus Cedera Dan Patah Tulang Meningkat Saat Haji 2025, Mayoritas Jemaah Lansia..!

Peralatan yang sangat terkontaminasi dan bahan nuklir dari program tersebut diduga disimpan di lokasi keempat, yaitu Turquzabad, antara tahun 2009 dan 2018.

 

Lebih lanjut, IAEA menyebut kerja sama Iran dengan badan tersebut masih “kurang memuaskan” dalam beberapa aspek penting, termasuk kurangnya penjelasan terkait jejak uranium yang ditemukan bertahun-tahun lalu.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X