Pinang, Bukan Hanya Lomba Agustusan, Tapi Jadi Komoditas Ekspor Bernilai Jutaan Dolar

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Minggu, 24 Agustus 2025 | 19:56 WIB
Setiap bulan Agustus, batang pinang selalu jadi rebutan masyarakat untuk dijadikan lomba panjat pinang dalam rangka perayaan Hari Kemerdekaan. (Instagram kementerianpertanian)
Setiap bulan Agustus, batang pinang selalu jadi rebutan masyarakat untuk dijadikan lomba panjat pinang dalam rangka perayaan Hari Kemerdekaan. (Instagram kementerianpertanian)

 

JAKARTA, METROSELEBES.COM - Setiap bulan Agustus, batang pinang selalu jadi rebutan masyarakat untuk dijadikan lomba panjat pinang dalam rangka perayaan Hari Kemerdekaan.

Namun, tak banyak yang tahu bahwa buah pinang bukan hanya sekadar pohon lomba, melainkan komoditas ekspor unggulan yang mendatangkan devisa besar bagi Indonesia.

Data Kementerian Pertanian mencatat, sepanjang Januari–Mei 2024 nilai ekspor pinang Indonesia mencapai USD 49,1 juta atau setara lebih dari Rp780 miliar. Negara tujuan ekspor terbesar adalah Iran dengan pangsa 42,11%, disusul India 14,82%, Tiongkok 10,81%, Bangladesh 9,41%, dan Malaysia 5,86%.

Baca Juga: Strategi Anggaran 2026: Kesehatan dan Pendidikan Jadi Pilar Utama RAPBN

Pinang Indonesia dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari bahan obat tradisional, pewarna alami, hingga bahan baku kosmetik.

Sebagai pembanding, pada tahun 2023 ekspor pinang tercatat mencapai USD 127,39 juta.

Angka ini menunjukkan bahwa pasar pinang dunia cukup stabil dan masih berpotensi tumbuh lebih besar, mengingat tren produk herbal dan alami yang kian diminati di pasar internasional.

Baca Juga: Trump Tunjuk Co-Founder Airbnb Joe Gebbia Pimpin “National Design Studio” untuk Modernisasi Layanan Digital Pemerintah AS

Selain pinang, Indonesia juga memiliki sederet komoditas perkebunan lain yang mulai mendunia, seperti pala, cengkih, dan kayu manis.

Ketiganya bahkan sudah lama menjadi komoditas unggulan ekspor ke Eropa dan Timur Tengah. Dengan pengelolaan yang lebih baik, pinang diyakini bisa menyusul popularitas rempah lain dan menjadi primadona baru ekspor Indonesia.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X