Micin Atau Garam, Mana Yang Lebih Aman Untuk Kesehatan Tubuh?

photo author
REDAKSI, Metro Selebes
- Minggu, 17 Agustus 2025 | 05:38 WIB
Foto Ilustrasi - Garam maupun micin adalah dua bahan tambahan makanan untuk menambah cita rasa asin atau gurih.  (Foto : Unsplash/supernov)
Foto Ilustrasi - Garam maupun micin adalah dua bahan tambahan makanan untuk menambah cita rasa asin atau gurih. (Foto : Unsplash/supernov)

METROSELEBES.COM – Garam dan micin (monosodium glutamat/MSG) sudah menjadi bahan dapur yang akrab di meja makan masyarakat Indonesia.

Keduanya sama-sama memberi rasa gurih dan asin pada masakan, tetapi memiliki kandungan berbeda dan dampak kesehatan yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Baca Juga: Ponu Bangkit: Kawasan Transmigrasi TTU Siap Jadi Episentrum Garam dan Wisata Perbatasan

Di pasaran, berbagai merek garam seperti Dolphin, Refina, dan Cap Kapal mudah ditemui. Begitu pula dengan micin yang populer dengan merek Ajinomoto, Sasa, hingga Totole. Lantas, mana yang lebih aman bagi tubuh?

Kandungan Garam
Garam mengandung natrium klorida (NaCl) yang berfungsi menjaga keseimbangan cairan, mengatur kerja saraf, serta membantu kontraksi otot.

Meski bermanfaat, konsumsi berlebih dapat meningkatkan risiko hipertensi, penyakit jantung, dan stroke. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan konsumsi garam tidak lebih dari 5 gram per hari atau setara satu sendok teh.

Kandungan Micin (MSG)
Micin mengandung natrium dalam jumlah lebih rendah dibanding garam, sekaligus memberikan rasa umami seperti yang secara alami terdapat pada tomat, keju, dan daging.

Badan Pangan dan Obat Amerika Serikat (FDA) menegaskan MSG aman dikonsumsi, selama tidak berlebihan. Namun, pada sebagian orang, konsumsi tinggi bisa memicu ketidaknyamanan ringan seperti sakit kepala atau sensasi panas.

Tingkat Risiko

  • Garam: Risiko utama berasal dari tingginya kadar natrium yang berhubungan dengan hipertensi dan gangguan kardiovaskular.
  • MSG: Relatif lebih rendah risikonya, meski dapat menimbulkan reaksi sensitivitas pada individu tertentu.

Batas Konsumsi
Pengendalian jumlah menjadi kunci. Garam jelas dibatasi maksimal 5 gram per hari, sedangkan MSG tidak memiliki batasan resmi, namun tetap dianjurkan dipakai secukupnya.

Baca Juga: Mentan Amran Ajak Petani Muda Bangkit, Beberkan Tren Ekspor-Impor Pertanian 2025

Dengan memahami perbedaan kandungan serta risikonya, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menggunakan garam maupun micin.

Intinya, bukan soal memilih salah satu, melainkan mengatur porsi agar tetap sehat tanpa mengurangi kenikmatan rasa dalam setiap hidangan.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mahful Haruna

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X