Kebijakan restrukturisasi besar-besaran ini merupakan bagian dari kampanye Presiden Donald Trump yang diluncurkan pada Januari lalu, dengan tujuan merombak total birokrasi federal yang kini berjumlah sekitar 2,3 juta pegawai sipil. Program ini dipimpin oleh miliarder Elon Musk melalui Departemen Efisiensi Pemerintah yang baru dibentuk.
Baca Juga: Kopdes Merah Putih: Tiga Tahap Bangun Kemandirian Ekonomi Desa
Hanya dalam 100 hari pertama pelaksanaannya, inisiatif ini telah menyebabkan lebih dari 260.000 pegawai federal diberhentikan, mengundurkan diri, atau pensiun dini, menurut penghitungan Reuters.
Di tengah pengurangan besar-besaran ini, NHTSA tetap memiliki sejumlah penyelidikan penting yang sedang berlangsung, termasuk terhadap teknologi bantuan pengemudi canggih dan kendaraan otonom dari Tesla, Waymo milik Alphabet, dan perusahaan lainnya.
Ironisnya, pada Februari lalu, NHTSA sempat melaporkan pertumbuhan pegawai hingga 30% selama pemerintahan Presiden Joe Biden. Namun kini, anggaran lembaga tersebut kembali menjadi sorotan.
Baca Juga: Kapolri Merasa Tak Pantas: Keteladanan Polisi Peraih Hoegeng Awards 2025 Tuai Pujian
Kelompok advokasi konsumen pada Kamis memperingatkan bahwa pemotongan anggaran yang sedang dibahas di Kongres — termasuk pemangkasan lebih dari $10 juta untuk akun operasional dan riset NHTSA — dapat melumpuhkan kemampuan badan tersebut dalam membuat regulasi, menegakkan hukum, serta melakukan riset dan analisis keselamatan.
Lebih parahnya lagi, hampir $78 juta dana tambahan dari undang-undang infrastruktur 2021 senilai $1 miliar juga terancam dipotong. “Kami sangat khawatir bahwa pemotongan ini akan memperparah kondisi dengan mendorong lebih banyak PHK atau pensiun paksa, yang bisa melumpuhkan NHTSA,” kata pernyataan bersama kelompok konsumen tersebut.
Dengan peran penting dalam keselamatan jalan raya nasional, nasib NHTSA kini menjadi perhatian utama dalam perdebatan anggaran dan efisiensi birokrasi di Amerika Serikat.
Artikel Terkait
Akses Penuh Amerika ke Sumber Daya RI: Kesepakatan Bebas Tarif yang Mengejutkan”
Amran Sulaiman Ungkap Modus Pengoplosan Beras, Kerugian Negara Capai Rp99 Triliun Per Tahun
MK Dinilai Menyimpang, DPR Tegaskan Pemilu Harus Tetap Lima Tahunan
Kapolri Merasa Tak Pantas: Keteladanan Polisi Peraih Hoegeng Awards 2025 Tuai Pujian
Penurunan Tarif Impor Jadi Momentum Emas Diplomasi Dagang RI-AS
Ledakan Mengguncang Jantung Damaskus, Wartawan Al Jazeera Nyaris Jadi Korban Serangan Udara Israel DAMASKUS,
Mimpi Besar di Grup Neraka: Timnas Indonesia Siap Hadapi Arab Saudi dan Irak di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Kopdes Merah Putih: Tiga Tahap Bangun Kemandirian Ekonomi Desa
DPR Soroti Kinerja Lemah Kemendag, Anggaran Diminta Bukti Nyata
Uber Investasikan $300 Juta ke Lucid untuk Luncurkan 20.000 Robotaxi Mulai 2026