Di tengah kebijakan baru ini, beberapa produsen otomotif besar sebelumnya harus menanggung beban besar akibat kegagalan memenuhi standar efisiensi bahan bakar. Induk perusahaan Chrysler, Stellantis, diketahui membayar denda sipil sebesar $190,7 juta untuk tahun 2019 dan 2020, dan hampir $400 juta untuk periode 2016-2019. General Motors juga tercatat membayar $128,2 juta untuk tahun 2016 dan 2017.
Namun, dalam versi final RUU, Kongres menghapus beberapa usulan kontroversial seperti biaya tahunan sebesar $250 untuk kendaraan listrik guna membiayai perbaikan jalan, serta ketentuan yang mewajibkan Layanan Pos AS menjual armada kendaraan listriknya.
Dengan berakhirnya kebijakan ini, masa depan kendaraan listrik di Amerika Serikat kini menghadapi tantangan baru. Sementara negara-negara lain terus menggenjot transisi menuju transportasi hijau, keputusan ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai komitmen jangka panjang AS terhadap elektrifikasi kendaraan.
Artikel Terkait
Fenomena Istiwa A’zam 2025: Momen Akurat Menentukan Arah Kiblat, Kemenag Terbitkan Edaran Resmi
Koperasi Merah Putih Harus Jadi Motor Ekonomi Desa, Bukan Sekadar Program
Presiden Prabowo Siap Luncurkan 80 Ribu Koperasi Merah Putih, Ekonomi Desa Dipacu Bangkit
Defisit APBN 2025 Melebar, Pemerintah Gunakan SAL Rp85,6 Triliun Atas Restu DPR
Arief Rosyid Puji Ketegasan Bahlil Lahadalia: Detail, Tegas dan Total Demi Swasembada Energi
Luhut Temui Jokowi, Doakan Kesembuhan dan Ingatkan Pentingnya Menghormati Pemimpin Terdahulu
Puan Maharani: Pimpinan Parpol Akan Berkumpul Bahas Putusan MK Soal Pemilu Terpisah
Hasto Kristiyanto Dituntut 7 Tahun Penjara Terkait Skandal Suap dan Perintangan Penyidikan
Inilah Kekuatan dan Senjata Iran Yang Paling Mematikan dan Bisa Melumpuhkan Dunia Jika Dikeluarkan..!
RUU Pajak dan Belanja Trump Disahkan DPR: Kemenangan Politik Besar yang Picu Polemik Nasional