Bantuan yang ada tidak mampu menjangkau para korban karena dihentikan di gerbang masuk, sementara kematian demi kematian terus terjadi dalam diam.
Saat dunia seolah bungkam, muncul pertanyaan besar: masihkah kita diam?
Laporan OCHA (UN Office for the Coordination of Humanitarian Affairs) menyebut bahwa hanya 30-40 truk bantuan yang diizinkan masuk per hari dari kebutuhan minimal 500 truk per hari.
WHO juga menyatakan bahwa lebih dari 70% fasilitas kesehatan di Gaza tak berfungsi karena kekurangan suplai dan serangan yang merusak infrastruktur vital.
Amnesty International menegaskan bahwa pembatasan distribusi bantuan di Gaza merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional.***