internasional

Pemerintahan Trump Tinjau Ulang Pakta AUKUS, Nasib Proyek Kapal Selam Nuklir Australia Terancam

Kamis, 12 Juni 2025 | 01:13 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara selama upacara pelantikan Utusan Khusus Steve Witkoff di Ruang Oval di Gedung Putih, Washington, D.C., Amerika Serikat, pada 6 Mei 2025. Source FOTO: REUTERS

Australia sendiri telah mengalokasikan dana sebesar 368 miliar dolar Australia (sekitar 240 miliar dolar AS) untuk proyek ini dalam 30 tahun ke depan. Namun, masa depan proyek tersebut kini dipertanyakan.

 

Mantan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull, yang sebelumnya menandatangani kesepakatan kapal selam dengan Prancis sebelum dibatalkan demi AUKUS, menyatakan skeptis bahwa Australia benar-benar akan mendapatkan kapal selam. “Lebih besar kemungkinannya Australia tidak akan mendapatkan kapal selam sama sekali, melainkan hanya menjadi pangkalan besar bagi Angkatan Laut Amerika,” kata Turnbull dalam wawancara dengan CNBC.

Baca Juga: China Batasi Ekspor Logam Tanah Jarang ke AS Selama Enam Bulan, Industri Otomotif Terancam

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyampaikan dalam sidang Kongres pada Selasa bahwa pihaknya sedang melakukan “pembicaraan jujur” dengan para sekutu. “Kami ingin memastikan bahwa kemampuan Australia tidak hanya digunakan untuk keperluan mereka sendiri, tetapi juga terintegrasi secara efektif sebagai sekutu kami,” ujarnya.

 

Meski Australia belum secara eksplisit menyatakan apakah kapal selamnya akan digunakan dalam konflik antara AS dan Tiongkok, Colby menyebut sejarah aliansi erat antara kedua negara, termasuk keterlibatan Australia dalam Perang Vietnam, sebagai alasan kuat untuk memperkirakan bahwa Australia akan tetap berpihak pada Washington.

Baca Juga: Menkeu AS: RUU Pajak Partai Republik Akan Lindungi Kedaulatan Pajak Korporasi dari Campur Tangan Asing

Peninjauan AUKUS oleh pemerintahan Trump ini bisa menjadi titik balik dalam kebijakan luar negeri dan pertahanan kawasan Indo-Pasifik, dan menimbulkan pertanyaan besar bagi masa depan aliansi strategis Barat di tengah ketegangan global yang terus meningkat.

 

Halaman:

Tags

Terkini