Menteri Identitas dan Kebudayaan Kanada, Steven Guilbeault, menyebut momen ini sebagai “peristiwa bersejarah yang akan menyatukan rakyat Kanada dalam perayaan sejarah, demokrasi, dan lembaga-lembaga negara yang melayani semua warga.”
Namun, di balik nuansa seremonial, kunjungan ini memiliki dimensi diplomatik yang rumit. Pemerintah Inggris di bawah Perdana Menteri Keir Starmer tengah menjaga hubungan strategis dengan Trump terkait Ukraina dan perdagangan. Bahkan, saat Starmer berkunjung ke Gedung Putih Februari lalu, ia membanggakan undangan dari Raja Charles untuk kunjungan kenegaraan kedua bagi Trump—sebuah hal yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Mantan Gubernur Bank of England yang kini menjabat sebagai PM Kanada, Mark Carney, menyebut undangan itu membuat banyak warga Kanada merasa tidak nyaman. Kendati begitu, kehadiran Raja Charles kali ini diharapkan mampu menegaskan kembali kedaulatan dan identitas nasional Kanada di tengah dinamika geopolitik global.