Taiwan dan China Terus Bersitegang Soal Warisan Perang Dunia II, Inilah Kronologi Konfliknya

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Minggu, 24 Agustus 2025 | 19:06 WIB
Orang-orang membawa bendera Taiwan selama acara untuk memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia Kedua di Aula Peringatan Chiang Kai-shek di Taipei, Taiwan, pada 16 Agustus 2025. Source FOTO: REUTERS
Orang-orang membawa bendera Taiwan selama acara untuk memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia Kedua di Aula Peringatan Chiang Kai-shek di Taipei, Taiwan, pada 16 Agustus 2025. Source FOTO: REUTERS

1937 – Jepang memperluas invasi ke seluruh wilayah China.

 

1943 – Chiang bersama Presiden AS Franklin D. Roosevelt dan Perdana Menteri Inggris Winston Churchill menandatangani Deklarasi Kairo, yang menyatakan Taiwan akan “dikembalikan” kepada Republik China.

 

1945 – Deklarasi Potsdam menegaskan penyerahan tanpa syarat Jepang dan mengukuhkan isi Deklarasi Kairo. Setelah Jepang menyerah, Taiwan diserahkan kepada ROC.

Baca Juga: Ketua KPK Bantah Penangkapan Mantan Wamenaker Immanuel Ebenezer Terkait Pemerasan K3 Jadi Pengalihan Isu Kasus Lain

1946 – Gencatan senjata antara pasukan nasionalis dan komunis runtuh, memicu kembali perang saudara di China.

 

1947 – Terjadi pemberontakan di Taiwan terhadap pemerintahan ROC, yang kemudian ditumpas dengan kekerasan.

 

1949 – Pasukan nasionalis Chiang Kai-shek mundur ke Taiwan setelah Partai Komunis memenangkan perang saudara dan mendirikan Republik Rakyat China (RRC). Mao Zedong berjanji akan “membebaskan” Taiwan.

Baca Juga: Dipuji Karena Tetap Diam Saat Anggota DPR Berjoget, Pasha Ungu Buka Suara Soal Momen Viral Di Sidang Tahunan MPR

1951 – Jepang menandatangani Perjanjian Perdamaian San Francisco yang membatalkan klaimnya atas Taiwan, tetapi status kedaulatan pulau itu tidak jelas dalam dokumen tersebut. Beijing menyebut perjanjian itu “ilegal dan tidak sah” karena tidak dilibatkan.

 

1952 – ROC dan Jepang menandatangani Perjanjian Perdamaian yang dianggap Taiwan sebagai pengakuan sah atas pemindahan kedaulatan pulau tersebut ke Republik China.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X