Sementara itu, Uni Eropa belum memberikan tanggapan atas kebijakan balasan Tiongkok tersebut. Kantor delegasi UE di Beijing menolak memberikan komentar saat dimintai keterangan.
Pertemuan tingkat tinggi antara para pemimpin Tiongkok dan Uni Eropa dijadwalkan berlangsung di akhir Juli, di tengah memburuknya hubungan perdagangan kedua belah pihak.
Baca Juga: Dapat Kembali Enam Sertifikat, Nirina Zubir Masih Dihantui Banding Kasus Mafia Tanah Mantan ART
Dalam perkembangan terpisah pada Jumat, Tiongkok resmi mengenakan bea masuk sebesar 34,9% selama lima tahun terhadap brandy asal Uni Eropa, mayoritas berasal dari Prancis. Namun, produsen besar seperti Pernod Ricard, LVMH, dan Remy Cointreau diberi kelonggaran asalkan menjual dengan harga minimum yang tidak diungkapkan oleh pihak Tiongkok. Langkah ini diyakini sebagai respons terhadap tarif kendaraan listrik yang dikenakan Uni Eropa terhadap Tiongkok.
Artikel Terkait
Ajudan Jokowi Diperiksa Polda Metro Jaya Terkait Laporan Dugaan Fitnah dan Pencemaran Nama Baik
Dapat Kembali Enam Sertifikat, Nirina Zubir Masih Dihantui Banding Kasus Mafia Tanah Mantan ART
Dilengkapi Mode Sport dan Eco, Mobil Dashing Bisa Tembus 0–100 Km/Jam Dalam 10,3 Detik
Wakil Wali Kota Palu Hadiri Munas Transformasi Forwakada Jadi ASWAKADA di Yogyakarta
Bantah Gunakan Surat Kementerian Untuk Plesiran Istri, Menteri Maman: Saya Tak Pernah Perintahkan!
Seorang Dosen Wanita Dilaporkan Suami karena Dugaan Perselingkuhan, Klaim Temukan Bukti Foto dan Video Dewasa di HP Sang Dosen
Toyota Resmi Luncurkan Kembali Mobil Legendaris Kijang Super 2026, Inilah Keunggulan dan Fitur-Fiturnya
Nissan Pertimbangkan Produksi EV Foxconn untuk Selamatkan Pabrik Oppama dari Penutupan
Persaingan Ketat Mobil Listrik China Guncang Thailand, Neta Terpuruk dan Produksi Lokal Terancam
Buah Nusantara Buah Yang Mengandung Antioksidan Tinggi