Persaingan Ketat Mobil Listrik China Guncang Thailand, Neta Terpuruk dan Produksi Lokal Terancam

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Minggu, 6 Juli 2025 | 17:16 WIB
Mobil listrik Neta dipajang di dalam bekas toko Neta, yang kini menjadi toko Omoda, merek mobil listrik asal Tiongkok, di Bangkok, Thailand, pada 10 Juni 2025. Source FOTO: REUTERS
Mobil listrik Neta dipajang di dalam bekas toko Neta, yang kini menjadi toko Omoda, merek mobil listrik asal Tiongkok, di Bangkok, Thailand, pada 10 Juni 2025. Source FOTO: REUTERS

BANGKOK,METROSELEBES.COM-Persaingan sengit antar produsen mobil listrik (EV) asal China mulai mengguncang pasar Thailand, yang selama ini menjadi target utama ekspansi otomotif di Asia Tenggara. Ketatnya kompetisi justru menekan produsen kecil seperti Neta, yang kini tengah menghadapi krisis keuangan dan gagal memenuhi kewajiban produksi lokal sesuai skema insentif pemerintah Thailand. Seperti dikutip dari Reuters pada Minggu (06/07/2025).

Baca Juga: Nissan Pertimbangkan Produksi EV Foxconn untuk Selamatkan Pabrik Oppama dari Penutupan

Neta, salah satu merek China pertama yang memasuki pasar Thailand pada 2022, kini menjadi contoh nyata perusahaan yang kewalahan menyesuaikan diri dengan program subsidi EV Thailand yang ambisius. Skema tersebut membebaskan bea masuk kendaraan listrik, namun dengan syarat ketat: produsen harus menyamai jumlah impor mereka dengan produksi lokal pada 2024.

 

Namun karena penjualan melambat dan kondisi pembiayaan yang makin ketat, sejumlah produsen termasuk Neta meminta penyesuaian. Pemerintah pun melonggarkan aturan, mengizinkan kekurangan produksi tahun lalu dibawa ke 2025, tetapi dengan rasio yang lebih tinggi—1,5 kali jumlah impor.

 

Meski begitu, Neta mengaku tak sanggup memproduksi unit sesuai syarat. Akibatnya, pemerintah menahan sebagian pembayaran insentif kepada mereka. Hal ini memicu krisis kepercayaan dari para diler, yang kini menuntut utang lebih dari 200 juta baht (sekitar Rp110 miliar). Keluhan tersebut diterima oleh pejabat Departemen Cukai Thailand, Panupong Sriket, dan menyebutkan juga bahwa Neta belum membayar dana dukungan pembangunan showroom dan layanan purnajual yang dijanjikan.

Baca Juga: Toyota Resmi Luncurkan Kembali Mobil Legendaris Kijang Super 2026, Inilah Keunggulan dan Fitur-Fiturnya

"Saya sudah berhenti memesan unit sejak September karena mencium ada yang tidak beres," ujar Saravut Khunpitiluck, salah satu pemilik diler Neta, yang kini sedang menggugat perusahaan tersebut.

 

Kondisi ini diperparah dengan kabar bahwa perusahaan induk Neta, Zhejiang Hozon New Energy Automobile, telah memasuki proses kebangkrutan di Tiongkok bulan lalu.

 

Pasar Tergerus, Pangsa Menyusut

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X