Gencatan senjata diumumkan dua hari setelah AS menghantam situs nuklir Iran menggunakan bom penghancur bunker raksasa—senjata yang tidak dimiliki Israel. JD Vance menyebut, “Kini Iran tidak mampu membangun senjata nuklir dengan peralatan yang mereka miliki, karena sudah kami hancurkan.”
Baca Juga: Rudal Khorramshahr-4 Menggelegar: Iran Kirim Peringatan Maut ke Israel dan AS
Reaksi global pun relatif positif. Pasar saham melonjak, harga minyak turun, dan warga di kedua negara menyambut kabar gencatan senjata dengan kelegaan luar biasa. “Perang ini tidak seharusnya terjadi,” kata Reza Sharifi, warga Iran yang kembali ke Teheran. “Saya hanya ingin anak-anak saya tumbuh dalam damai,” kata Maryam, warga ibu kota Iran.
Baca Juga: Musim Kemarau Lebih Pendek, Produksi Beras RI Diprediksi Naik Tajam pada 2025
Namun, dengan tuduhan pelanggaran gencatan senjata yang sudah terjadi di hari pertama, banyak pihak bertanya: apakah ini benar-benar akhir dari “Perang 12 Hari”, atau sekadar jeda sebelum babak baru dimulai?
Artikel Terkait
Rudal Khorramshahr-4 Menggelegar: Iran Kirim Peringatan Maut ke Israel dan AS
Musim Kemarau Lebih Pendek, Produksi Beras RI Diprediksi Naik Tajam pada 2025
Selat Hormuz: Titik Panas Geopolitik yang Menentukan Masa Depan Energi Dunia
Kopdes Merah Putih Harus Jadi Milik Kolektif Warga Desa, Bukan Dikuasai Elit
Produksi Telur RI Tembus 144,59 Miliar Butir, Indonesia Jadi Lumbung Protein Dunia
Rudal Iran Hantam Dekat Pangkalan AS di Qatar, Serangan Sudah Diperingatkan Sejam Sebelumnya
Lawan TBC Dimulai dari Desa: Pemerintah Luncurkan Gerakan Nasional Kelurahan Siaga
Sekolah Garuda: Strategi Prabowo Siapkan Generasi Pemimpin Global dari Pelosok Negeri
Israel Setujui Usulan Gencatan Senjata Trump Setelah Klaim Sukses Netralisir Ancaman Nuklir Iran
DPR RI Desak Gencatan Senjata Global: Puan Maharani Serukan Aksi Nyata Atasi Konflik Iran-Israel