TEHERAN, METROSELEBES.COM – Ketegangan di Timur Tengah meningkat tajam setelah Korps Garda Revolusi Iran meluncurkan 40 rudal balistik ke wilayah Israel.
Serangan ini merupakan respons langsung atas aksi militer Amerika Serikat terhadap situs nuklir Iran, yang memicu peringatan keras dari Teheran bahwa AS akan menanggung risiko jika ikut campur dalam konflik.
Iran menegaskan bahwa sebagian rudal yang diluncurkan adalah rudal terbesarnya, Khorramshahr-4, yang kali ini untuk pertama kalinya digunakan dalam perang.
Baca Juga: Ziarah Bermakna: Menkop Budi Arie Kenang Margono, Tokoh Koperasi dan Kakek Presiden
Rudal ini disebut sebagai salah satu rudal paling mematikan yang dimiliki Iran, dengan daya jangkau hingga 2.000 kilometer dan mampu membawa hulu ledak seberat 1.500 kilogram.
Bahkan, rudal ini bisa dilengkapi beberapa hulu ledak sekaligus, meningkatkan potensi kerusakan secara signifikan.
Juru Bicara Garda Revolusi Islam Iran, Kolonel Iman Tajik, mengungkapkan bahwa Khorramshahr-4 merupakan rudal presisi tinggi yang dikembangkan sebagai bagian dari program pertahanan strategis Iran, dan pemakaiannya kali ini menjadi sinyal tegas bahwa Iran tidak akan ragu menghadapi ancaman dari luar.
Baca Juga: Langkah Nyata Sekolah Rakyat: Mimpi Anak Bangsa Diangkat dari Pinggiran
Konflik ini menjadi perhatian dunia internasional. Dewan Keamanan PBB belum mengeluarkan pernyataan resmi, namun sejumlah negara menyerukan deeskalasi konflik agar tidak meluas ke kawasan lain.
Dalam laporan lain, disebutkan bahwa gelombang evakuasi warga asing dari Iran mulai meningkat, termasuk WNI yang harus menempuh perjalanan darat selama 16 jam untuk keluar dari wilayah konflik.
Sementara itu, Amerika Serikat masih mempertimbangkan langkah balasan dan memperkuat aliansi militernya di kawasan, termasuk dengan Israel.
Baca Juga: 75 Tahun Al-Yasini: Wamenkop Dorong Kopontren Jadi Pilar Ekonomi Keumatan
Pakar pertahanan dari Middle East Institute, Behnam Ben Taleblu, menyebutkan bahwa penggunaan rudal Khorramshahr-4 adalah titik balik serius dalam dinamika keamanan regional, karena membuktikan Iran telah mematangkan teknologi rudal strategisnya.
Artikel Terkait
Igor Sechin: China Bergerak Menuju Kemandirian Energi dan Siap Jadi Eksportir Global
Harga Beras Melejit di Timur Indonesia, Pemerintah Salurkan 250 Ribu Ton untuk Redam Gejolak”
Ekowisata Berbasis Warga: Sentra Pasar Khatulistiwa Hidupkan Ekonomi Lokal di Dusun Bambu
Serangan Senyap AS ke Iran: Trump Klaim Sukses Bom Nuklir Fordow
AS Bom Tiga Lokasi Nuklir Iran, Teheran Pastikan Tak Ada Radiasi
Cadangan Beras Pemerintah Pecahkan Rekor, Jamin Stabilisasi Harga dan Ketahanan Pangan Nasional
Prabowo Bawa Indonesia Naik Kelas di Forum Global, Diplomasi Ekonomi dan Perdamaian Dipuji Dunia
75 Tahun Al-Yasini: Wamenkop Dorong Kopontren Jadi Pilar Ekonomi Keumatan
Langkah Nyata Sekolah Rakyat: Mimpi Anak Bangsa Diangkat dari Pinggiran
Ziarah Bermakna: Menkop Budi Arie Kenang Margono, Tokoh Koperasi dan Kakek Presiden