Rudal Khorramshahr-4 Menggelegar: Iran Kirim Peringatan Maut ke Israel dan AS

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Senin, 23 Juni 2025 | 11:02 WIB
Ketegangan di Timur Tengah meningkat tajam setelah Korps Garda Revolusi Iran meluncurkan 40 rudal balistik ke wilayah Israel. (Screnshoot TV ALJZAZERA)
Ketegangan di Timur Tengah meningkat tajam setelah Korps Garda Revolusi Iran meluncurkan 40 rudal balistik ke wilayah Israel. (Screnshoot TV ALJZAZERA)

 

TEHERAN, METROSELEBES.COM – Ketegangan di Timur Tengah meningkat tajam setelah Korps Garda Revolusi Iran meluncurkan 40 rudal balistik ke wilayah Israel.

Serangan ini merupakan respons langsung atas aksi militer Amerika Serikat terhadap situs nuklir Iran, yang memicu peringatan keras dari Teheran bahwa AS akan menanggung risiko jika ikut campur dalam konflik.

Iran menegaskan bahwa sebagian rudal yang diluncurkan adalah rudal terbesarnya, Khorramshahr-4, yang kali ini untuk pertama kalinya digunakan dalam perang.

Baca Juga: Ziarah Bermakna: Menkop Budi Arie Kenang Margono, Tokoh Koperasi dan Kakek Presiden

Rudal ini disebut sebagai salah satu rudal paling mematikan yang dimiliki Iran, dengan daya jangkau hingga 2.000 kilometer dan mampu membawa hulu ledak seberat 1.500 kilogram.

Bahkan, rudal ini bisa dilengkapi beberapa hulu ledak sekaligus, meningkatkan potensi kerusakan secara signifikan.

Juru Bicara Garda Revolusi Islam Iran, Kolonel Iman Tajik, mengungkapkan bahwa Khorramshahr-4 merupakan rudal presisi tinggi yang dikembangkan sebagai bagian dari program pertahanan strategis Iran, dan pemakaiannya kali ini menjadi sinyal tegas bahwa Iran tidak akan ragu menghadapi ancaman dari luar.

Baca Juga: Langkah Nyata Sekolah Rakyat: Mimpi Anak Bangsa Diangkat dari Pinggiran

Konflik ini menjadi perhatian dunia internasional. Dewan Keamanan PBB belum mengeluarkan pernyataan resmi, namun sejumlah negara menyerukan deeskalasi konflik agar tidak meluas ke kawasan lain.

Dalam laporan lain, disebutkan bahwa gelombang evakuasi warga asing dari Iran mulai meningkat, termasuk WNI yang harus menempuh perjalanan darat selama 16 jam untuk keluar dari wilayah konflik.

Sementara itu, Amerika Serikat masih mempertimbangkan langkah balasan dan memperkuat aliansi militernya di kawasan, termasuk dengan Israel.

Baca Juga: 75 Tahun Al-Yasini: Wamenkop Dorong Kopontren Jadi Pilar Ekonomi Keumatan

Pakar pertahanan dari Middle East Institute, Behnam Ben Taleblu, menyebutkan bahwa penggunaan rudal Khorramshahr-4 adalah titik balik serius dalam dinamika keamanan regional, karena membuktikan Iran telah mematangkan teknologi rudal strategisnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X