Diplomasi Didesak, Sementara Trump Pertimbangkan Aksi Militer di Tengah Perang Udara Iran-Israel

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Jumat, 20 Juni 2025 | 17:49 WIB
Pemandangan mobil-mobil yang hangus terbakar dan bangunan tempat tinggal yang rusak di lokasi dampak setelah serangan rudal Iran ke Israel, di Be'er Sheva, Israel, 20 Juni 2025. Source FOTO: REUTERS
Pemandangan mobil-mobil yang hangus terbakar dan bangunan tempat tinggal yang rusak di lokasi dampak setelah serangan rudal Iran ke Israel, di Be'er Sheva, Israel, 20 Juni 2025. Source FOTO: REUTERS

Iran mengklaim hanya menyasar target militer di Israel, namun serangannya juga menghantam rumah sakit dan kawasan sipil lainnya. Media Iran bahkan menuduh Israel menyerang rumah sakit di wilayah mereka. Pada Jumat, otoritas darurat Iran melaporkan lima rumah sakit mengalami kerusakan akibat serangan Israel.

Baca Juga: Benarkah Israel Targetkan Pergantian Rezim Iran? Ini Motif dan Manuvernya di Timur Tengah

Di sisi lain, Israel menuduh Iran menggunakan amunisi klaster yang menyasar warga sipil, meski belum ada tanggapan dari misi Iran di PBB.

 

Upaya Diplomasi Diperkuat. Sementara konflik tak kunjung mereda, Menteri Luar Negeri dari Inggris, Prancis, dan Jerman bersama Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa dijadwalkan bertemu dengan Araqchi di Jenewa pada Jumat dalam upaya mencegah eskalasi lebih lanjut.

 

“Inilah saatnya menghentikan adegan mengerikan di Timur Tengah dan mencegah eskalasi regional yang tidak akan menguntungkan siapa pun,” kata Menlu Inggris David Lammy.

 

Lammy juga menyatakan bahwa saat ini ada "jendela waktu dua minggu" untuk mencari solusi diplomatik. Namun Araqchi bersikeras bahwa Iran tidak akan menerima tawaran perundingan selama Israel terus menggempur wilayah mereka.

Baca Juga: Keseimbangan Tak Setara: Israel Vs Iran dalam Kekuatan Militer Modern

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio telah mengadakan pertemuan dengan Lammy serta melakukan percakapan terpisah dengan para menlu dari Australia, Prancis, dan Italia. Departemen Luar Negeri AS menyebut bahwa para menlu sepakat Iran tidak boleh mengembangkan atau memperoleh senjata nuklir.

 

Utusan khusus Trump untuk kawasan, Steve Witkoff, dilaporkan telah berbicara dengan Araqchi beberapa kali sejak pekan lalu. Gedung Putih menyatakan bahwa Trump akan mengikuti rapat keamanan nasional pada Jumat pagi, di mana ia akan mempertimbangkan berbagai opsi, termasuk serangan bunker-buster untuk menghancurkan fasilitas nuklir bawah tanah Iran.

 

Serangan Rudal Berlanjut. Pada Jumat pagi, militer Israel kembali mengeluarkan peringatan akan adanya rudal Iran yang mengarah ke wilayah mereka. Setidaknya satu rudal menghantam langsung kota Be’er Sheva di selatan Israel, merusak apartemen, gedung perkantoran, dan kawasan industri, serta meninggalkan kawah besar di lokasi dampak.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X