Iran mengklaim hanya menyasar target militer di Israel, namun serangannya juga menghantam rumah sakit dan kawasan sipil lainnya. Media Iran bahkan menuduh Israel menyerang rumah sakit di wilayah mereka. Pada Jumat, otoritas darurat Iran melaporkan lima rumah sakit mengalami kerusakan akibat serangan Israel.
Baca Juga: Benarkah Israel Targetkan Pergantian Rezim Iran? Ini Motif dan Manuvernya di Timur Tengah
Di sisi lain, Israel menuduh Iran menggunakan amunisi klaster yang menyasar warga sipil, meski belum ada tanggapan dari misi Iran di PBB.
Upaya Diplomasi Diperkuat. Sementara konflik tak kunjung mereda, Menteri Luar Negeri dari Inggris, Prancis, dan Jerman bersama Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa dijadwalkan bertemu dengan Araqchi di Jenewa pada Jumat dalam upaya mencegah eskalasi lebih lanjut.
“Inilah saatnya menghentikan adegan mengerikan di Timur Tengah dan mencegah eskalasi regional yang tidak akan menguntungkan siapa pun,” kata Menlu Inggris David Lammy.
Lammy juga menyatakan bahwa saat ini ada "jendela waktu dua minggu" untuk mencari solusi diplomatik. Namun Araqchi bersikeras bahwa Iran tidak akan menerima tawaran perundingan selama Israel terus menggempur wilayah mereka.
Baca Juga: Keseimbangan Tak Setara: Israel Vs Iran dalam Kekuatan Militer Modern
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio telah mengadakan pertemuan dengan Lammy serta melakukan percakapan terpisah dengan para menlu dari Australia, Prancis, dan Italia. Departemen Luar Negeri AS menyebut bahwa para menlu sepakat Iran tidak boleh mengembangkan atau memperoleh senjata nuklir.
Utusan khusus Trump untuk kawasan, Steve Witkoff, dilaporkan telah berbicara dengan Araqchi beberapa kali sejak pekan lalu. Gedung Putih menyatakan bahwa Trump akan mengikuti rapat keamanan nasional pada Jumat pagi, di mana ia akan mempertimbangkan berbagai opsi, termasuk serangan bunker-buster untuk menghancurkan fasilitas nuklir bawah tanah Iran.
Serangan Rudal Berlanjut. Pada Jumat pagi, militer Israel kembali mengeluarkan peringatan akan adanya rudal Iran yang mengarah ke wilayah mereka. Setidaknya satu rudal menghantam langsung kota Be’er Sheva di selatan Israel, merusak apartemen, gedung perkantoran, dan kawasan industri, serta meninggalkan kawah besar di lokasi dampak.
Artikel Terkait
Benarkah Israel Targetkan Pergantian Rezim Iran? Ini Motif dan Manuvernya di Timur Tengah
Keseimbangan Tak Setara: Israel Vs Iran dalam Kekuatan Militer Modern
Dibalik Gemerlap Nikel Morowali: Pelanggaran Lingkungan dan Desakan Bentuk Otorita Baru
80 Ribu Koperasi Merah Putih Siap Dibangun, Proyek Percontohan Dimulai Akhir Juli
75 Tahun Diplomasi Erat, Indonesia–Rusia Sepakati Langkah Strategis Baru di Bidang Investasi dan Pendidikan
Prabowo Buka Jakarta Fair 2025: Inovasi dan Pemberdayaan Jadi Mesin Bangkitnya Ekonomi Rakyat
Di Tengah Serangan Israel, Oposisi Iran Bingung Menentukan Arah
Trump Akan Putuskan Arah Keterlibatan AS dalam Perang Israel-Iran dalam Dua Minggu
Netanyahu Tegaskan Israel Tak Targetkan Rezim Iran, Tapi Siap Lumpuhkan Nuklir
Dari Teras Rumah ke Era Digital: UMKM Desa Kini Tampil dengan Strategi Jualan Modern