JERUSALEM/DUBAI/WASHINGTON-Ketegangan antara Iran dan Israel terus meningkat saat Eropa berusaha menengahi konflik, sementara Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan kemungkinan keterlibatan militer Amerika Serikat dalam perang udara yang sedang berlangsung. Seperti dikutip dari Reuters pada Jumat (20/06/2025).
Baca Juga: Netanyahu Tegaskan Israel Tak Targetkan Rezim Iran, Tapi Siap Lumpuhkan Nuklir
Iran pada Jumat menyatakan bahwa pihaknya menolak melakukan pembicaraan mengenai masa depan program nuklirnya selama masih diserang oleh Israel. Di tengah upaya diplomasi yang digalang oleh negara-negara Eropa, Washington menyatakan Trump akan mengambil keputusan dalam dua minggu ke depan terkait keterlibatan AS.
Israel memulai serangan terhadap Iran sejak Jumat lalu, dengan dalih mencegah musuh lamanya tersebut mengembangkan senjata nuklir. Iran, yang menegaskan program nuklirnya hanya untuk tujuan damai, membalas dengan serangan rudal dan drone ke wilayah Israel.
Baca Juga: Trump Akan Putuskan Arah Keterlibatan AS dalam Perang Israel-Iran dalam Dua Minggu
Serangan udara Israel telah menewaskan sedikitnya 639 orang di Iran, termasuk para petinggi militer dan ilmuwan nuklir, menurut Human Rights Activists News Agency. Sementara itu, serangan balasan Iran disebut telah menewaskan sedikitnya dua lusin warga sipil Israel. Namun, Reuters belum dapat memverifikasi angka korban secara independen dari kedua belah pihak.
Selain menargetkan fasilitas nuklir dan kemampuan rudal, Israel juga menghantam kawasan sipil, yang menurut sejumlah pejabat Barat dan regional bertujuan mengguncang pemerintahan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
"Apakah kami menargetkan kejatuhan rezim? Itu mungkin jadi akibat, tapi keputusan itu ada di tangan rakyat Iran," ujar Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Kamis.
Baca Juga: Di Tengah Serangan Israel, Oposisi Iran Bingung Menentukan Arah
Menanggapi hal ini, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan tidak akan ada ruang untuk bernegosiasi dengan Amerika Serikat, yang disebutnya sebagai “rekan dalam kejahatan” Israel, selama agresi militer Israel masih berlangsung.
Artikel Terkait
Benarkah Israel Targetkan Pergantian Rezim Iran? Ini Motif dan Manuvernya di Timur Tengah
Keseimbangan Tak Setara: Israel Vs Iran dalam Kekuatan Militer Modern
Dibalik Gemerlap Nikel Morowali: Pelanggaran Lingkungan dan Desakan Bentuk Otorita Baru
80 Ribu Koperasi Merah Putih Siap Dibangun, Proyek Percontohan Dimulai Akhir Juli
75 Tahun Diplomasi Erat, Indonesia–Rusia Sepakati Langkah Strategis Baru di Bidang Investasi dan Pendidikan
Prabowo Buka Jakarta Fair 2025: Inovasi dan Pemberdayaan Jadi Mesin Bangkitnya Ekonomi Rakyat
Di Tengah Serangan Israel, Oposisi Iran Bingung Menentukan Arah
Trump Akan Putuskan Arah Keterlibatan AS dalam Perang Israel-Iran dalam Dua Minggu
Netanyahu Tegaskan Israel Tak Targetkan Rezim Iran, Tapi Siap Lumpuhkan Nuklir
Dari Teras Rumah ke Era Digital: UMKM Desa Kini Tampil dengan Strategi Jualan Modern