Netanyahu Tegaskan Israel Tak Targetkan Rezim Iran, Tapi Siap Lumpuhkan Nuklir

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Jumat, 20 Juni 2025 | 07:02 WIB
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengunjungi kompleks rumah sakit Soroka setelah terkena serangan rudal yang ditembakkan dari Iran, di Beer Sheva, Israel, pada 19 Juni 2025. Source FOTO: REUTERS
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengunjungi kompleks rumah sakit Soroka setelah terkena serangan rudal yang ditembakkan dari Iran, di Beer Sheva, Israel, pada 19 Juni 2025. Source FOTO: REUTERS

JERUSALEM,METROSELEBES.COM-Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan bahwa tujuan utama serangan Israel terhadap Iran bukanlah untuk menggulingkan kepemimpinan negara tersebut. Namun, ia mengakui bahwa perubahan rezim di Teheran bisa saja menjadi hasil tak terelakkan dari konflik yang sedang berlangsung.

Baca Juga: Trump Akan Putuskan Arah Keterlibatan AS dalam Perang Israel-Iran dalam Dua Minggu

“Perubahan atau kejatuhan rezim Iran adalah urusan rakyat Iran sendiri. Tidak ada yang bisa menggantikan kehendak mereka,” ujar Netanyahu dalam wawancara dengan saluran televisi publik Israel, Kan. “Karena itu saya tidak menetapkan hal itu sebagai tujuan. Mungkin saja itu menjadi hasil, tetapi bukan tujuan resmi dari tindakan kami.”

 

Pernyataan ini disampaikan di tengah eskalasi konflik bersenjata antara Israel dan Iran, yang memuncak setelah beberapa fasilitas nuklir utama Iran dihantam serangan udara. Di saat yang sama, dunia menantikan keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang menurut Gedung Putih akan menentukan dalam dua minggu apakah AS akan terlibat secara langsung dalam konflik tersebut.

Baca Juga: Di Tengah Serangan Israel, Oposisi Iran Bingung Menentukan Arah

Netanyahu menekankan bahwa Israel memiliki kemampuan militer untuk menghancurkan seluruh infrastruktur nuklir Iran—termasuk situs paling dijaga seperti Pabrik Pengayaan Bahan Bakar Fordow, yang terletak di bawah pegunungan dekat kota suci Qom.

 

“Kami memiliki kekuatan untuk menghancurkan semua target kami, termasuk semua fasilitas nuklir mereka. Namun keputusan apakah Presiden Trump ingin bergabung atau tidak adalah hak prerogatifnya,” kata Netanyahu. “Ia akan melakukan apa yang terbaik bagi Amerika Serikat, dan saya akan melakukan apa yang terbaik bagi Negara Israel. Hingga saat ini, saya bisa katakan bahwa semua pihak sedang menjalankan tugas mereka.”

Baca Juga: Bertemu Putin, Prabowo Bahas Langkah Awal Indonesia Miliki Energi Nuklir

Di sisi lain, Presiden Trump dalam pernyataan sebelumnya menyatakan bahwa Amerika Serikat memiliki kapabilitas untuk melumpuhkan fasilitas seperti Fordow secara mandiri, namun belum tentu akan melakukannya. “Itu bukan berarti saya akan melakukannya — sama sekali,” kata Trump.

Baca Juga: China Evakuasi Warganya dari Iran dan Israel, Peringatkan Kemacetan di Perbatasan

Pernyataan kedua pemimpin ini menyoroti dinamika kompleks antara dua sekutu lama dalam menghadapi ancaman nuklir Iran, sekaligus membuka ruang spekulasi terkait masa depan kepemimpinan di Teheran, yang kini berada di bawah tekanan luar biasa akibat konflik yang terus berkembang.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X