Israel Gempur Iran, KBRI Teheran Imbau WNI Waspada dan Hindari Lokasi Rawan

photo author
REDAKSI, Metro Selebes
- Sabtu, 14 Juni 2025 | 06:22 WIB
Ilustrasi ledakan nuklir di area pemukiman warga.  (Foto : Unsplash.com / Mohammed Ibrahim)
Ilustrasi ledakan nuklir di area pemukiman warga. (Foto : Unsplash.com / Mohammed Ibrahim)

TEHERAN, METROSELEBES.COM – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran mengeluarkan imbauan serius kepada seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) di Iran untuk meningkatkan kewaspadaan pasca serangan militer Israel yang mengguncang negara tersebut pada Jumat, 13 Juni 2025.

Dalam keterangan resminya, KBRI meminta WNI untuk menghindari area rawan konflik, menjaga keselamatan diri, serta menyimpan dokumen penting di tempat yang aman.

Baca Juga: Iran Kecam Keras Larangan Perjalanan AS: Bentuk Permusuhan Mendalam terhadap Rakyat Iran dan Muslim

"KBRI Teheran mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia yang berada di Republik Islam Iran untuk meningkatkan kewaspadaan, dan menjaga keselamatan diri sendiri dan keluarga dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari," bunyi pernyataan resmi KBRI, Jumat (13/06/2025).

WNI juga diminta untuk memantau informasi melalui media massa maupun kanal resmi, serta menaati seluruh imbauan keamanan yang dikeluarkan otoritas setempat.

"Mencermati perkembangan situasi keamanan setempat dengan memantau media massa dan sumber informasi resmi serta senantiasa menaati imbauan keamanan yang dikeluarkan oleh otoritas terkait," lanjut KBRI.

Baca Juga: Kesepakatan Nuklir Baru AS-Iran Terancam Gagal Jika Celah Pengawasan IAEA Tak Ditutup

Serangan yang dilancarkan militer Israel disebut menargetkan sejumlah titik penting milik Iran, termasuk fasilitas program senjata nuklir, sistem rudal balistik, hingga ilmuwan dan tokoh militer kunci.

Menurut laporan Reuters, fasilitas nuklir utama Iran di kawasan Natanz menjadi sasaran utama serangan. Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan gumpalan asap hitam mengepul dari lokasi tersebut.

Korban jiwa dari pihak Iran turut dikonfirmasi. Di antaranya adalah Komandan Garda Revolusi Iran (IRGC) Hossein Salami, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Mohammad Bagheri, dan seorang ilmuwan nuklir senior.

Baca Juga: Hakim Terkemuka Iran Dibunuh Saat Berangkat Kerja, Otoritas Kecam Kurangnya Pengawalan

Tindakan militer Israel ini langsung menuai kecaman internasional, termasuk dari Pemerintah Indonesia. Dalam pernyataan resmi, RI menyebut aksi tersebut sebagai pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan berpotensi memperparah eskalasi ketegangan di kawasan.

"Indonesia mengecam keras serangan militer Israel ke wilayah Iran yang merupakan bentuk pelanggaran hukum internasional dan mengancam stabilitas kawasan," bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri RI.

Hingga saat ini, situasi di sejumlah wilayah di Iran masih belum sepenuhnya kondusif. KBRI Teheran memastikan akan terus memantau perkembangan dan siap memberikan bantuan kepada WNI yang membutuhkan. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mahful Haruna

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X