HOUSTON,METROSELEBES.COM-NASA secara resmi menunda tanpa batas waktu misi penerbangan empat astronot swasta ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), menyusul penyelidikan serius atas kebocoran udara yang terus terjadi di segmen Rusia dari laboratorium luar angkasa tersebut. Seperti dikutip dari Reuters pada Kamis (12/06/2025).
Baca Juga: Persib, Arema, Hingga Oxford United Ramaikan Piala Presiden 2025
Penundaan ini diumumkan pada Kamis, saat badan antariksa Amerika Serikat itu bekerja sama erat dengan badan antariksa Rusia, Roscosmos, guna menyelidiki tanda tekanan baru yang terdeteksi oleh kosmonaut di Modul Layanan Zvezda — sebuah bagian penting dari ISS yang telah beroperasi selama lebih dari dua dekade. Modul tersebut telah lama mengalami kebocoran kecil, namun kini memicu kekhawatiran lebih besar.
“Para kosmonaut baru-baru ini melakukan inspeksi menyeluruh terhadap permukaan dalam modul bertekanan, menyegel beberapa area tambahan yang mencurigakan, dan mengukur tingkat kebocoran saat ini,” ungkap NASA dalam pernyataannya. “Setelah upaya tersebut, segmen ini kini dapat mempertahankan tekanannya.”
Meski begitu, NASA tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang seberapa besar tingkat kebocoran yang terdeteksi. Walaupun retakan-retakan kecil ini belum membahayakan keselamatan astronot secara langsung, kehadirannya semakin menjadi pertanda penuaan sistem di ISS — sebuah isu yang sudah lama dibahas oleh komunitas internasional, khususnya mengingat rencana pensiun ISS pada tahun 2030.
Kebocoran udara pada struktur ISS bukanlah hal baru, terutama di bagian yang dibangun oleh Rusia. Retakan mikro telah ditambal sementara oleh kru menggunakan perekat, selotip khusus, dan solusi darurat lainnya. Namun perbaikan ini hanya bersifat sementara, dan masalah terus berulang.
Baca Juga: Kementerian BUMN Perkuat Sinergi Strategis Demi Pelayanan Publik Lebih Maksimal
Penundaan ini juga berdampak pada misi penting Axiom Mission 4, yang dijadwalkan membawa salah satu calon astronot dari India, Wing Commander Shubhanshu Shukla. Shukla, seorang pilot Angkatan Udara India berusia 39 tahun, merupakan bagian dari empat astronot dalam pelatihan yang dipilih oleh Organisasi Penelitian Antariksa India (ISRO) untuk misi luar angkasa berawak pertama India, Gaganyaan, yang ditargetkan mengudara pada tahun 2027.
Baca Juga: Kementerian BUMN Perkuat Sinergi Strategis Demi Pelayanan Publik Lebih Maksimal
Dengan tertundanya Axiom Mission 4, debut kehadiran astronot India di ISS dari korps astronot nasional juga ikut terganggu. Shukla seharusnya menjadi perwakilan pertama India yang menjejakkan kaki di ISS sebagai bagian dari kerjasama antariksa komersial internasional.
Artikel Terkait
Hakim Sejahtera, Keadilan Menguat: Presiden Prabowo Teken Kenaikan Gaji Hakim
Sinergi NU dan Kemenkop: Dorong Akselerasi Koperasi Nasional Menuju Kemandirian Ekonomi
Persib, Arema, Hingga Oxford United Ramaikan Piala Presiden 2025
Andi Renny Rummana Resmi Jabat Kajari Donggala, Plt Kajati Sulteng Tekankan Lima Fokus Utama
Sinergi Lintas Sektor: Pelatihan UMKM NTB Dorong Branding dan Kualitas Produk Lokal
Wali Kota Palu Temui Konsulat Jenderal AS di Surabaya, Bahas Peluang Kerja Sama Internasional
Kasus Covid-19 Naik Lagi, IFG Ajak Masyarakat Waspada dan Lindungi Diri Lewat Asuransi Kesehatan
Menjelang Pernikahan Al Ghazali dan Alyssa Daguise, Maia Estianty Tulis Pesan Haru; Bunda Tak Akan Pernah Jauh
Kementerian BUMN Perkuat Sinergi Strategis Demi Pelayanan Publik Lebih Maksimal
Kementerian BUMN Perkuat Sinergi Strategis Demi Pelayanan Publik Lebih Maksimal