AS dan Tiongkok Capai Kesepakatan Awal: Perang Dagang Mereda, Ekspor Mineral Kritis Dilonggarkan

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Rabu, 11 Juni 2025 | 09:23 WIB
Menteri Perdagangan Tiongkok, Wang Wentao, tiba di Lancaster House, pada hari kedua yang dijadwalkan untuk pembicaraan dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok, di London, Inggris, 10 Juni 2025. Source FOTO: REUTERS
Menteri Perdagangan Tiongkok, Wang Wentao, tiba di Lancaster House, pada hari kedua yang dijadwalkan untuk pembicaraan dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok, di London, Inggris, 10 Juni 2025. Source FOTO: REUTERS

LONDON,METROSELEBES COM-Amerika Serikat dan Tiongkok mencapai sebuah kesepakatan kerangka kerja dalam perundingan dagang intensif di London, yang bertujuan menghidupkan kembali gencatan senjata tarif dan mencabut pembatasan ekspor mineral penting dari Tiongkok. Kesepakatan ini disambut hati-hati oleh pasar, di tengah kekhawatiran masih dalamnya jurang perbedaan antara dua ekonomi terbesar dunia. Seperti dikutip dari Reuters pada Selasa (10/06/2025).

Baca Juga: Dua Malam Berturut-turut Rusuh di Ballymena: Polisi Diserang, Rumah Dibakar, Pemerintah Kutuk Kekerasan

Dalam pernyataan resmi usai dua hari pembicaraan, Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick mengatakan bahwa kesepakatan ini memberikan “substansi nyata” bagi konsensus yang sebelumnya dicapai di Jenewa bulan lalu. Salah satu poin utama dalam perundingan adalah pencabutan pembatasan ekspor rare earth oleh Tiongkok—komponen vital dalam industri teknologi dan kendaraan listrik—yang selama ini menjadi sumber ketegangan utama.

 

"Kerangka kerja ini merupakan implementasi dari kesepakatan Jenewa serta hasil pembicaraan langsung antara Presiden Trump dan Presiden Xi pada 5 Juni lalu," ujar Lutnick dalam konferensi pers tengah malam waktu London.

 

Pembalasan Ekspor dan Tarik Ulur Teknologi. Ketegangan sempat meningkat tajam setelah AS menerapkan kontrol ekspor terhadap perangkat lunak desain semikonduktor dan bahan kimia strategis, menyusul langkah Tiongkok yang lebih dulu membatasi ekspor mineral kritis. Namun, Lutnick menegaskan bahwa sebagian dari pembatasan ekspor AS akan dicabut secara bertahap, meskipun rincian lengkapnya belum diungkapkan.

Baca Juga: Tragedi Berdarah di Sekolah Graz: Mantan Siswa Tewaskan 10 Orang dan Bunuh Diri

Wakil Menteri Perdagangan Tiongkok, Li Chenggang, dalam briefing terpisah, juga mengonfirmasi bahwa kedua pihak telah menyepakati kerangka implementasi dan akan membawanya kepada para pemimpin masing-masing negara untuk mendapatkan persetujuan akhir.

 

Jeda, Bukan Penyelesaian. Meski kesepakatan ini berpotensi mencegah kegagalan konsensus Jenewa, para pengamat menilai langkah ini belum menyentuh akar permasalahan. Tarif sepihak yang diberlakukan oleh Presiden Trump dan kritik lama AS terhadap model ekonomi Tiongkok yang dikendalikan negara tetap menjadi hambatan besar dalam jangka panjang.

Baca Juga: Ancaman Kelaparan Membayangi Wilayah Selatan Khartoum, PBB Peringatkan Krisis Makin Parah

“Ini seperti kembali ke titik awal, tapi setidaknya bukan kembali ke nol,” ujar Josh Lipsky dari GeoEconomics Center Atlantic Council.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X