GENEVA,METROSELEBES.COM-Program Pangan Dunia (WFP) mengeluarkan peringatan keras terkait situasi kemanusiaan yang memburuk di beberapa wilayah selatan ibu kota Sudan, Khartoum. Menurut laporan terbaru, wilayah-wilayah tersebut kini berada dalam risiko tinggi menghadapi kelaparan akibat krisis pangan yang semakin parah dan keterbatasan pendanaan global. Seperti dikutip dari Reuters pada Selasa (10/06/2025).
Baca Juga: Sidang Pemakzulan Sara Duterte Dimulai: Masa Depan Politik Filipina di Titik Kritis
Laurent Bukera, Direktur WFP untuk Sudan, menyampaikan situasi terkini dalam konferensi pers dari Port Sudan melalui sambungan video. Ia menggambarkan kondisi di lapangan sebagai sangat memprihatinkan, dengan tingkat kelaparan, kemiskinan, dan keputusasaan yang meningkat tajam.
“Tingkat kelaparan, keterpurukan, dan keputusasaan yang kami temukan di lapangan sangat parah dan secara nyata mengonfirmasi adanya risiko kelaparan di wilayah-wilayah tersebut,” ujar Bukera.
Baca Juga: Sekkot Kota Palu Hadiri Sosialisasi Peluang Kerja Luar Negeri Bersama Menteri P2MI
Menurut WFP, kebutuhan bantuan kemanusiaan di Sudan terus melonjak, sementara ketersediaan dana dan sumber daya tidak mencukupi untuk menjawab krisis yang semakin kompleks. Konflik bersenjata yang berkepanjangan dan perpindahan penduduk secara besar-besaran telah memperburuk situasi di berbagai wilayah, terutama di daerah selatan Khartoum yang kini menjadi salah satu titik paling rentan.
Kekurangan makanan, terbatasnya akses layanan kesehatan, serta kerusakan infrastruktur akibat konflik membuat jutaan warga terancam kehilangan nyawa jika tidak segera mendapatkan bantuan yang memadai.
Baca Juga: Eks Menteri Kelautan Era SBY Jadi Sosok di Balik Izin Tambang PT KSM yang Dicabut Prabowo
WFP menyerukan kepada komunitas internasional untuk segera meningkatkan dukungan finansial dan logistik guna mencegah terjadinya bencana kelaparan besar di Sudan. Tanpa respons cepat dan terpadu, organisasi ini memperingatkan bahwa jutaan orang bisa jatuh ke dalam kondisi kelaparan ekstrem dalam beberapa bulan mendatang.
Baca Juga: Ini 3 Alasan Presiden Prabowo Cabut Izin Tambang 4 Perusahaan di Raja Ampat
PBB dan mitra kemanusiaan lainnya kini terus berupaya menjangkau daerah-daerah yang paling terdampak, namun akses yang terbatas dan situasi keamanan yang tidak stabil menjadi tantangan besar dalam penyaluran bantuan.
Artikel Terkait
Prabowo Cabut Izin Tambang di Raja Ampat, Langkah Tegas Lindungi Konservasi Alam Papua
BSU 2025 Resmi Diluncurkan, Cek 5 Syarat Wajib Agar Tak Ketinggalan Bantuan
Pemerintah Kucurkan Dana Rp277 Miliar untuk Timnas Indonesia, Warganet Soroti Transparansi Anggaran
Terkait Dugaan Korupsi Laptop Rp9,9 Triliun, Nadiem Makarim Siap Kooperatif dan Tegaskan Sikap Antikorupsi
Ini 3 Alasan Presiden Prabowo Cabut Izin Tambang 4 Perusahaan di Raja Ampat
Izin Tambang PT Gag Nikel di Raja Ampat Tak Dicabut, Bahlil Klaim Aman dan Sesuai Amdal
Sertifikat Tanah Tak Lagi Ribet! Ini Daftar Dokumen Wajib yang Harus Disiapkan Pemohon"
Eks Menteri Kelautan Era SBY Jadi Sosok di Balik Izin Tambang PT KSM yang Dicabut Prabowo
Sekkot Kota Palu Hadiri Sosialisasi Peluang Kerja Luar Negeri Bersama Menteri P2MI
Sidang Pemakzulan Sara Duterte Dimulai: Masa Depan Politik Filipina di Titik Kritis