“Tidak ada kata-kata yang bisa menggambarkan rasa sakit dan duka yang kami rasakan. Ini bukan hanya tragedi bagi Graz, tetapi bagi seluruh Austria,” ujar Stocker dengan nada haru.
Ahli ekstremisme dari lembaga kajian Institute for Strategic Dialogue, Julia Ebner, menyatakan bahwa insiden ini tampaknya menjadi penembakan sekolah terburuk di Austria sejak Perang Dunia II.
Pemimpin dunia, termasuk Kanselir Jerman Friedrich Merz, menyampaikan belasungkawa dan keterkejutannya atas tragedi ini.
Austria diketahui memiliki salah satu tingkat kepemilikan senjata api tertinggi di Eropa, dengan sekitar 30 senjata untuk setiap 100 orang menurut data Small Arms Survey. Negara ini sebelumnya juga pernah mengalami kekerasan bersenjata, termasuk serangan teror di Wina pada tahun 2020 yang menewaskan empat orang dan melukai 22 lainnya.
Baca Juga: Eks Menteri Kelautan Era SBY Jadi Sosok di Balik Izin Tambang PT KSM yang Dicabut Prabowo
Tragedi di Graz ini kembali membuka perdebatan tentang keamanan di sekolah, kepemilikan senjata, dan kesehatan mental di kalangan generasi muda Austria. Penyidikan lebih lanjut masih terus berlangsung.
Artikel Terkait
Sertifikat Tanah Tak Lagi Ribet! Ini Daftar Dokumen Wajib yang Harus Disiapkan Pemohon"
Eks Menteri Kelautan Era SBY Jadi Sosok di Balik Izin Tambang PT KSM yang Dicabut Prabowo
Sekkot Kota Palu Hadiri Sosialisasi Peluang Kerja Luar Negeri Bersama Menteri P2MI
Garuda Tempur Tanpa Sayap: Timnas Indonesia Tampil Pincang Hadapi Jepang"
Sidang Pemakzulan Sara Duterte Dimulai: Masa Depan Politik Filipina di Titik Kritis
Ancaman Kelaparan Membayangi Wilayah Selatan Khartoum, PBB Peringatkan Krisis Makin Parah
Garuda Eropa Siap Tempur: Debut Pemain Keturunan Warnai Duel Sengit Kontra Jepang
Padi Nusantara: Potret Kejayaan 5 Provinsi dalam Menopang Ketahanan Pangan Indonesia
Hujan Gol Samurai Biru: Jepang Hancurkan Indonesia 6-0 dalam Duel Tanpa Ampun di Grup C
IZIN TAMBANG DI TIPO DICABUT SELAMANYA, GUBERNUR: "INI KEPUTUSAN HATI NURANI"