Kenaikan harga saham sempat terjadi tahun lalu setelah Musk mendukung pencalonan Trump kembali ke Gedung Putih. Investor saat itu berharap kebijakan Trump akan lebih ramah terhadap inovasi Tesla, khususnya dalam pengembangan robotaksi. Namun penjualan yang lesu dan citra merek yang terpukul akibat manuver politik Musk membuat saham kembali tergelincir.
Menurut analis, strategi Musk yang sebelumnya berharap mendapatkan dukungan dari konsumen Partai Republik untuk menutupi boikot dari kalangan liberal, kini mulai terancam.
Baca Juga: Inflasi Terkendali, ECB Siap Akhiri Pemangkasan Suku Bunga
“Jika Musk sampai mengasingkan pendukung Republik juga, maka tak ada lagi pihak yang bisa menjaga sentimen publik terhadap Tesla,” kata Evan Roth Smith, ahli strategi politik dan salah satu pendiri Slingshot Strategies. “Ini bisa berujung pada keruntuhan total dalam persepsi merek Tesla.”
Artikel Terkait
Trump: Ketua The Fed Baru Segera Diumumkan, Harus Siap Turunkan Bunga
Soal Isu Pemakzulan Gibran, Jokowi: Ikuti Mekanisme Ketatanegaraan Saja
TBC Menyerang Diam-Diam: Indonesia Urutan Kedua Dunia, Mampukah Tercapai Eliminasi 2030?
Indonesia Ekspor Jagung ke Malaysia, Bukti Kemandirian Pertanian Nasional
Indonesia Ekspor Jagung ke Malaysia, Langkah Strategis Menuju Lumbung Pangan Dunia
Inflasi Terkendali, ECB Siap Akhiri Pemangkasan Suku Bunga
Musalem: Risiko Inflasi Berkepanjangan Akibat Tarif Trump Capai 50%, The Fed Waspada Hingga Musim Panas
Bank of England Mulai Ragu: Apakah Inflasi Masih Bisa Dikendalikan?
Israel Temukan Jenazah Sandera Thailand di Gaza, Serangan Udara Tewaskan 15 Warga Palestina
Bayang-Bayang Perang di Perbatasan: Thailand dan Kamboja Saling Perkuat Militer