WASHINGTON,METROSELEBES.COM-Setelah mengalami kejatuhan tajam yang menghapuskan nilai pasar sebesar $152 miliar, saham Tesla berhasil pulih hampir 4% pada Jumat waktu setempat. Namun, ketegangan antara CEO Tesla Elon Musk dan mantan Presiden AS Donald Trump masih jauh dari mereda, memperkeruh masa depan perusahaan kendaraan listrik terbesar dunia itu. Seperti dikutip dari Reuters pada Jumat, (06/06/2025).
Baca Juga: Bayang-Bayang Perang di Perbatasan: Thailand dan Kamboja Saling Perkuat Militer
Sengketa ini bermula dari perdebatan publik terkait rancangan undang-undang pajak dan pengeluaran pemerintah. Elon Musk mengkritik keras usulan Trump yang akan menghapus insentif pajak kendaraan listrik senilai $7.500 mulai akhir 2025. Trump pun membalas dengan ancaman untuk memangkas kontrak pemerintah dengan perusahaan-perusahaan milik Musk, termasuk SpaceX.
Sempat beredar kabar dari Politico bahwa keduanya akan berbicara untuk meredakan ketegangan. Musk bahkan memberi sinyal di platform X (sebelumnya Twitter) bahwa ia terbuka untuk berdamai, sejalan dengan seruan pengguna untuk menurunkan tensi. Namun, harapan itu pupus saat Trump mengatakan kepada CNN, "Saya bahkan tidak memikirkan Elon," sambil menambahkan bahwa Musk “punya masalah sendiri.”
Baca Juga: Israel Temukan Jenazah Sandera Thailand di Gaza, Serangan Udara Tewaskan 15 Warga Palestina
Matthew Britzman, analis di Hargreaves Lansdown sekaligus pemegang saham Tesla, menyatakan, “Akan terlalu optimis jika berharap hubungan mereka bisa seperti dulu lagi. Tapi jika situasi ini bisa diredakan, itu sudah merupakan kemajuan besar bagi Tesla.”
Taruhannya Tak Kecil: Regulasi hingga Reputasi. Konflik terbuka dengan Trump bisa menimbulkan banyak hambatan bagi Tesla. Salah satu yang paling krusial adalah soal regulasi. Departemen Transportasi AS memiliki kewenangan atas standar desain kendaraan dan bisa sangat menentukan apakah Tesla diizinkan memproduksi robotaksi tanpa pedal dan setir.
Sejauh ini, Tesla belum memberikan komentar resmi terkait situasi ini.
Baca Juga: Bank of England Mulai Ragu: Apakah Inflasi Masih Bisa Dikendalikan?
Meski saham Tesla telah merosot 26,9% sepanjang tahun ini, termasuk penurunan 14% pada Kamis, valuasinya tetap tinggi. Saat ini, saham Tesla diperdagangkan dengan rasio 120 kali dari estimasi laba — jauh lebih mahal dibandingkan produsen mobil lainnya, bahkan jika dibandingkan dengan raksasa teknologi seperti Nvidia.
Artikel Terkait
Trump: Ketua The Fed Baru Segera Diumumkan, Harus Siap Turunkan Bunga
Soal Isu Pemakzulan Gibran, Jokowi: Ikuti Mekanisme Ketatanegaraan Saja
TBC Menyerang Diam-Diam: Indonesia Urutan Kedua Dunia, Mampukah Tercapai Eliminasi 2030?
Indonesia Ekspor Jagung ke Malaysia, Bukti Kemandirian Pertanian Nasional
Indonesia Ekspor Jagung ke Malaysia, Langkah Strategis Menuju Lumbung Pangan Dunia
Inflasi Terkendali, ECB Siap Akhiri Pemangkasan Suku Bunga
Musalem: Risiko Inflasi Berkepanjangan Akibat Tarif Trump Capai 50%, The Fed Waspada Hingga Musim Panas
Bank of England Mulai Ragu: Apakah Inflasi Masih Bisa Dikendalikan?
Israel Temukan Jenazah Sandera Thailand di Gaza, Serangan Udara Tewaskan 15 Warga Palestina
Bayang-Bayang Perang di Perbatasan: Thailand dan Kamboja Saling Perkuat Militer