Bank of England Mulai Ragu: Apakah Inflasi Masih Bisa Dikendalikan?

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Sabtu, 7 Juni 2025 | 19:34 WIB
Pemandangan umum gedung Bank of England di London, Britania Raya, 8 Mei 2025. Source FOTO: REUTERS
Pemandangan umum gedung Bank of England di London, Britania Raya, 8 Mei 2025. Source FOTO: REUTERS

DUBROVNIK,KROASIA,METROSELEBES.COM-Anggota Komite Kebijakan Moneter Bank of England (BoE), Megan Greene, menyampaikan keprihatinannya terhadap inflasi Inggris yang terus menunjukkan tanda-tanda ketahanan, meskipun bank sentral tetap memproyeksikan bahwa tekanan harga akan mereda dalam waktu dekat.

Baca Juga: Musalem: Risiko Inflasi Berkepanjangan Akibat Tarif Trump Capai 50%, The Fed Waspada Hingga Musim Panas

Dalam sebuah konferensi di Dubrovnik, Kroasia, pada Sabtu (07/06/2025), Greene menegaskan bahwa pihaknya masih memperkirakan inflasi akan menurun, namun ia menolak bersikap terlalu optimis, mengingat pengalaman sebelumnya di mana laju kenaikan harga terbukti lebih persisten dari yang diperkirakan.

 

“Kami masih berpandangan bahwa ini bisa kami lewati, tetapi tentu ada risiko besar,” ujar Greene. “Terakhir kali, kita menghadapi banyak efek putaran kedua. Kami berharap hal itu tidak terjadi lagi kali ini, namun kami tidak bersikap terlalu santai.”

Baca Juga: Inflasi Terkendali, ECB Siap Akhiri Pemangkasan Suku Bunga

Pernyataan ini muncul setelah data inflasi April menunjukkan lonjakan yang lebih besar dari perkiraan, bahkan setelah kesalahan data diperbaiki. Kenaikan ini telah memicu kekhawatiran pasar dan mendorong investor untuk mengantisipasi perlambatan dalam laju penurunan suku bunga yang sudah berjalan lambat.

 

Greene juga menyoroti dampak krisis biaya hidup yang memuncak pada inflasi 11,1% di tahun 2022. Menurutnya, kejadian itu telah meningkatkan sensitivitas masyarakat terhadap kenaikan harga, yang pada akhirnya bisa memengaruhi dinamika upah dan harga.

Baca Juga: Trump: Ketua The Fed Baru Segera Diumumkan, Harus Siap Turunkan Bunga

“Orang-orang sekarang mungkin lebih reaktif terhadap kenaikan inflasi, dan ini bisa berdampak pada pola permintaan kenaikan upah yang kemudian memicu harga lebih tinggi,” jelasnya.

 

Sebagai anggota eksternal Komite Kebijakan Moneter BoE, Greene termasuk dalam mayoritas suara yang memilih penurunan suku bunga sebesar seperempat poin menjadi 4,25% pada bulan lalu. Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya bisa saja memilih untuk menahan suku bunga jika tidak ada tekanan dari tarif impor AS yang memicu perubahan sikap pasar.

Baca Juga: Putusan Kontroversial: Mahkamah Agung AS Dukung DOGE Akses Data Sensitif Warga

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X