DUBROVNIK,KROASIA,METROSELEBES.COM-Anggota Komite Kebijakan Moneter Bank of England (BoE), Megan Greene, menyampaikan keprihatinannya terhadap inflasi Inggris yang terus menunjukkan tanda-tanda ketahanan, meskipun bank sentral tetap memproyeksikan bahwa tekanan harga akan mereda dalam waktu dekat.
Dalam sebuah konferensi di Dubrovnik, Kroasia, pada Sabtu (07/06/2025), Greene menegaskan bahwa pihaknya masih memperkirakan inflasi akan menurun, namun ia menolak bersikap terlalu optimis, mengingat pengalaman sebelumnya di mana laju kenaikan harga terbukti lebih persisten dari yang diperkirakan.
“Kami masih berpandangan bahwa ini bisa kami lewati, tetapi tentu ada risiko besar,” ujar Greene. “Terakhir kali, kita menghadapi banyak efek putaran kedua. Kami berharap hal itu tidak terjadi lagi kali ini, namun kami tidak bersikap terlalu santai.”
Baca Juga: Inflasi Terkendali, ECB Siap Akhiri Pemangkasan Suku Bunga
Pernyataan ini muncul setelah data inflasi April menunjukkan lonjakan yang lebih besar dari perkiraan, bahkan setelah kesalahan data diperbaiki. Kenaikan ini telah memicu kekhawatiran pasar dan mendorong investor untuk mengantisipasi perlambatan dalam laju penurunan suku bunga yang sudah berjalan lambat.
Greene juga menyoroti dampak krisis biaya hidup yang memuncak pada inflasi 11,1% di tahun 2022. Menurutnya, kejadian itu telah meningkatkan sensitivitas masyarakat terhadap kenaikan harga, yang pada akhirnya bisa memengaruhi dinamika upah dan harga.
Baca Juga: Trump: Ketua The Fed Baru Segera Diumumkan, Harus Siap Turunkan Bunga
“Orang-orang sekarang mungkin lebih reaktif terhadap kenaikan inflasi, dan ini bisa berdampak pada pola permintaan kenaikan upah yang kemudian memicu harga lebih tinggi,” jelasnya.
Sebagai anggota eksternal Komite Kebijakan Moneter BoE, Greene termasuk dalam mayoritas suara yang memilih penurunan suku bunga sebesar seperempat poin menjadi 4,25% pada bulan lalu. Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya bisa saja memilih untuk menahan suku bunga jika tidak ada tekanan dari tarif impor AS yang memicu perubahan sikap pasar.
Baca Juga: Putusan Kontroversial: Mahkamah Agung AS Dukung DOGE Akses Data Sensitif Warga
Artikel Terkait
Cinta Keluarga di Balik Semangat Merah Putih: Kisah Harmonis Joey Pelupessy
Retaknya Aliansi Trump-Musk: Perseteruan Terbuka Ancam Stabilitas Politik dan Ekonomi AS
Putusan Kontroversial: Mahkamah Agung AS Dukung DOGE Akses Data Sensitif Warga
Trump: Ketua The Fed Baru Segera Diumumkan, Harus Siap Turunkan Bunga
Soal Isu Pemakzulan Gibran, Jokowi: Ikuti Mekanisme Ketatanegaraan Saja
TBC Menyerang Diam-Diam: Indonesia Urutan Kedua Dunia, Mampukah Tercapai Eliminasi 2030?
Indonesia Ekspor Jagung ke Malaysia, Bukti Kemandirian Pertanian Nasional
Indonesia Ekspor Jagung ke Malaysia, Langkah Strategis Menuju Lumbung Pangan Dunia
Inflasi Terkendali, ECB Siap Akhiri Pemangkasan Suku Bunga
Musalem: Risiko Inflasi Berkepanjangan Akibat Tarif Trump Capai 50%, The Fed Waspada Hingga Musim Panas