METROSELEBES.COM-St. Louis, Presiden Federal Reserve Bank of St. Louis, Alberto Musalem, memperkirakan peluang terjadinya lonjakan inflasi jangka panjang akibat kebijakan tarif perdagangan mantan Presiden Donald Trump mencapai 50 persen. Hal ini disampaikan Musalem dalam wawancaranya dengan Financial Times, menandakan kekhawatiran bank sentral terhadap ketidakpastian ekonomi yang berpotensi berlangsung hingga musim panas tahun ini. Seperti dikutip dari Reuters pada Jumat, (06/06/2025).
Baca Juga: Inflasi Terkendali, ECB Siap Akhiri Pemangkasan Suku Bunga
Menurut Musalem, penerapan tarif baru dapat mendorong inflasi dalam jangka pendek, yakni selama satu atau dua kuartal. Namun, ia menegaskan bahwa ada kemungkinan yang sama besar bahwa dampaknya terhadap harga bisa jauh lebih tahan lama.
“Ini situasi 50-50. Bisa saja inflasi mereda setelah satu kuartal, atau justru menetap lebih lama,” ujar Musalem dalam wawancara tersebut.
Baca Juga: Trump: Ketua The Fed Baru Segera Diumumkan, Harus Siap Turunkan Bunga
Ketidakpastian semakin diperparah dengan pengesahan undang-undang anggaran senilai $2,4 triliun yang baru-baru ini mengguncang pasar keuangan. Akibatnya, Federal Reserve memilih bersikap hati-hati dan mempertahankan suku bunga tetap setelah serangkaian pemangkasan pada tahun lalu.
Meski begitu, Musalem mengungkapkan adanya kemungkinan skenario yang lebih optimis. Jika ketidakpastian perdagangan dan kebijakan fiskal mereda pada bulan Juli, The Fed bisa kembali melanjutkan rencana pemangkasan suku bunga pada bulan September.
Baca Juga: Retaknya Aliansi Trump-Musk: Perseteruan Terbuka Ancam Stabilitas Politik dan Ekonomi AS
Namun, ia juga mengingatkan bahwa lonjakan inflasi yang terjadi bisa jadi bukan hanya fenomena sementara. "Ada risiko bahwa inflasi akan mulai meningkat secara signifikan, dan kita tidak tahu apakah ini hanya kenaikan harga satu kali atau sesuatu yang lebih persisten," katanya.
Diperkirakan, The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan pertengahan Juni mendatang, di mana mereka juga akan merilis proyeksi ekonomi terbaru.
Baca Juga: Trump: Ketua The Fed Baru Segera Diumumkan, Harus Siap Turunkan Bunga
Artikel Terkait
Fadli Zon Soroti Tambang Nikel Raja Ampat: Investasi Jangan Ganggu Situs Sejarah dan Alam
Cinta Keluarga di Balik Semangat Merah Putih: Kisah Harmonis Joey Pelupessy
Retaknya Aliansi Trump-Musk: Perseteruan Terbuka Ancam Stabilitas Politik dan Ekonomi AS
Putusan Kontroversial: Mahkamah Agung AS Dukung DOGE Akses Data Sensitif Warga
Trump: Ketua The Fed Baru Segera Diumumkan, Harus Siap Turunkan Bunga
Soal Isu Pemakzulan Gibran, Jokowi: Ikuti Mekanisme Ketatanegaraan Saja
TBC Menyerang Diam-Diam: Indonesia Urutan Kedua Dunia, Mampukah Tercapai Eliminasi 2030?
Indonesia Ekspor Jagung ke Malaysia, Bukti Kemandirian Pertanian Nasional
Indonesia Ekspor Jagung ke Malaysia, Langkah Strategis Menuju Lumbung Pangan Dunia
Inflasi Terkendali, ECB Siap Akhiri Pemangkasan Suku Bunga