Dalam pertanyaan tambahan kepada responden survei, dari 16 analis yang menjawab mengenai risiko terhadap prediksi nilai tukar real, enam memperkirakan penguatan, lima memperkirakan pelemahan, dan lima lainnya bersikap netral.
Baca Juga: Maskapai Dunia Kembali Hentikan Penerbangan ke Israel Setelah Serangan Rudal
Sementara itu, untuk mata uang peso Meksiko, dari 12 analis, lima memprediksi penguatan, empat memperkirakan pelemahan, dan tiga menyatakan pandangan netral. Peso Meksiko diperkirakan akan melemah sekitar 6% dalam 12 bulan ke depan menjadi 20,46 per dolar AS dari posisi saat ini di 19,23.
Adapun peso Argentina diprediksi berada di kisaran 1.440 per dolar AS dalam satu tahun mendatang, mendekati batas atas band nilai tukar resmi yang ditetapkan pada April lalu, yaitu 1.400 ditambah kenaikan 1% per bulan.
Baca Juga: Mantan Terpidana Bom Bali 2002 Buka Usaha Kopi, Janji Sisihkan Penghasilan untuk Korban
Sejauh tahun ini, real Brasil telah menguat 9,6%, peso Meksiko naik 8,3%, sementara peso Argentina turun 13% — pelemahan yang lebih kecil dari yang dikhawatirkan banyak pihak setelah negara itu melonggarkan kontrol modalnya.
Artikel Terkait
Rumah Bersama Indonesia Jadi Benteng Aman Perempuan dan Anak di Sumbar
Krisis Agraria Sawit di Kalbar: 66 Perusahaan Belum Kantongi HGU, 131 Ribu Hektare Terlantar
Mantan Terpidana Bom Bali 2002 Buka Usaha Kopi, Janji Sisihkan Penghasilan untuk Korban
Maskapai Dunia Kembali Hentikan Penerbangan ke Israel Setelah Serangan Rudal
Ancaman Rudal dan Penutupan Wilayah Udara Semakin Membebani Maskapai Dunia
3 Kunci Sukses Koperasi dan Masa Depan Kopdes Merah Putih
India Gelar Sensus Nasional 2027: Pendataan Kasta Kembali Jadi Perdebatan
Sulteng Dorong Status Bandara SIS Aljufri Jadi Gerbang Global
Lepas Ketergantungan Impor: Gandum, kedelai, jagung, dan bawang putih akan dikembangkan secara mandiri.
China Perketat Pengawasan Magnet Tanah Jarang dengan Sistem Pelacakan Nasional Baru