BUENOS AIRES,METROSELEBRS.COM-Nilai tukar real Brasil diperkirakan akan tetap relatif stabil dalam beberapa bulan mendatang, di tengah kekhawatiran investor terhadap memburuknya kondisi neraca eksternal negara tersebut, menurut jajak pendapat terbaru yang dilakukan Reuters. Seperti dikutip dari Reuters pada Rabu (04/06/2025).
Baca Juga: China Perketat Pengawasan Magnet Tanah Jarang dengan Sistem Pelacakan Nasional Baru
Menjelang pertengahan tahun, kinerja real menunjukkan perbaikan dibandingkan ekspektasi awal 2025. Kenaikan suku bunga domestik serta pelemahan dolar AS secara global memberikan dukungan bagi mata uang Brasil. Namun, sentimen investor tertekan oleh keraguan terhadap kemampuan negara dengan ekonomi terbesar di Amerika Latin ini dalam menutup defisit transaksi berjalan, yang turut menambah kekhawatiran terkait kondisi fiskal nasional.
Survei terhadap 27 analis valuta asing yang dilakukan antara 30 Mei hingga 3 Juni memperkirakan nilai tukar real dalam 12 bulan ke depan akan berada di sekitar level saat ini, yakni 5,64 per dolar AS. Median prediksi menunjukkan real hanya akan melemah tipis sebesar 1,9% menjadi 5,75 per dolar dalam periode tersebut.
Baca Juga: India Gelar Sensus Nasional 2027: Pendataan Kasta Kembali Jadi Perdebatan
Untuk akhir Juni, nilai tukar real diproyeksikan berada di kisaran 5,70 per dolar AS — penguatan sekitar 4,7% dibandingkan prediksi dalam survei Januari lalu yang berada di 5,97. Saat itu, real masih dalam proses pemulihan dari tekanan berat pada akhir 2024.
Menurut analis dari Itau Unibanco, penguatan real didukung oleh selisih suku bunga domestik yang menguntungkan serta optimisme terhadap kemajuan dalam perundingan dagang antara Amerika Serikat dan China. Namun, mereka juga memperingatkan bahwa jika AS berhasil mencapai kesepakatan dagang dengan negara lain, ini dapat memperkuat dominasi ekonomi AS — atau yang disebut "American exceptionalism" — yang pada akhirnya dapat membatasi potensi penguatan lebih lanjut bagi real.
“Ketidakpastian fiskal dalam negeri dan dinamika neraca eksternal yang kurang menguntungkan menahan skenario yang lebih positif untuk mata uang Brasil,” ungkap para ekonom dari Itau.
Baca Juga: Ancaman Rudal dan Penutupan Wilayah Udara Semakin Membebani Maskapai Dunia
Sektor ekspor Brasil juga menghadapi tantangan tambahan, termasuk penurunan pengiriman unggas akibat wabah flu burung, serta menurunnya permintaan impor kedelai dari China.
Artikel Terkait
Rumah Bersama Indonesia Jadi Benteng Aman Perempuan dan Anak di Sumbar
Krisis Agraria Sawit di Kalbar: 66 Perusahaan Belum Kantongi HGU, 131 Ribu Hektare Terlantar
Mantan Terpidana Bom Bali 2002 Buka Usaha Kopi, Janji Sisihkan Penghasilan untuk Korban
Maskapai Dunia Kembali Hentikan Penerbangan ke Israel Setelah Serangan Rudal
Ancaman Rudal dan Penutupan Wilayah Udara Semakin Membebani Maskapai Dunia
3 Kunci Sukses Koperasi dan Masa Depan Kopdes Merah Putih
India Gelar Sensus Nasional 2027: Pendataan Kasta Kembali Jadi Perdebatan
Sulteng Dorong Status Bandara SIS Aljufri Jadi Gerbang Global
Lepas Ketergantungan Impor: Gandum, kedelai, jagung, dan bawang putih akan dikembangkan secara mandiri.
China Perketat Pengawasan Magnet Tanah Jarang dengan Sistem Pelacakan Nasional Baru