Sulteng Dorong Status Bandara SIS Aljufri Jadi Gerbang Global

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Rabu, 4 Juni 2025 | 20:31 WIB
Anwar Hafid menekankan bahwa peningkatan status Bandara Mutiara SIS Aljufri bukan hanya soal infrastruktur, tetapi simbol kemajuan dan kesiapan Sulawesi Tengah menghadapi dunia internasional. (Instagram anwarhafid14)
Anwar Hafid menekankan bahwa peningkatan status Bandara Mutiara SIS Aljufri bukan hanya soal infrastruktur, tetapi simbol kemajuan dan kesiapan Sulawesi Tengah menghadapi dunia internasional. (Instagram anwarhafid14)

 

PALU, METROSELEBES.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menggelar rapat penting untuk membahas peningkatan status Bandara Mutiara SIS Aljufri menjadi Bandara Internasional.

Upaya ini dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. Ir. Anwar Hafid, M.Si, sebagai bagian dari langkah strategis membuka gerbang global untuk wilayah Sulteng.

Dalam rapat yang juga dihadiri oleh jajaran kementerian terkait serta stakeholder penerbangan dan pariwisata, Anwar Hafid menekankan bahwa peningkatan status Bandara Mutiara SIS Aljufri bukan hanya soal infrastruktur, tetapi simbol kemajuan dan kesiapan Sulawesi Tengah menghadapi dunia internasional.

Baca Juga: Breaking News: Mantan Sekprov Sulteng Gumyadi Meninggal Dunia

“Kita ingin dunia tahu bahwa Sulawesi Tengah siap terbang lebih tinggi,” ujar Anwar Hafid dalam unggahan Instagram resminya.

“Ini bukan sekadar soal status, tapi keberanian membuka langit Sulteng ke arah yang lebih luas.” Tambahnya

 

Bandara Mutiara SIS Aljufri terletak di Kota Palu dan menjadi pintu gerbang utama untuk transportasi udara di wilayah tengah Indonesia.

Menurut data dari Kementerian Perhubungan, pergerakan penumpang di bandara ini mencapai lebih dari 1,3 juta orang per tahun.

Baca Juga: Pemkot Palu Matangkan Persiapan Verifikasi Kota Layak Anak 2025

Potensi ini menjadikan bandara layak untuk didorong menjadi bandara internasional, apalagi dengan rencana penambahan rute internasional seperti ke Kuala Lumpur dan Singapura.

Sulteng sendiri memiliki kekayaan pariwisata seperti Taman Nasional Lore Lindu, Danau Poso, dan wisata bahari di Kepulauan Togean.

Di sisi industri dan investasi, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu serta pertumbuhan sektor tambang dan pertanian turut menjadi pendorong kebutuhan infrastruktur yang memadai.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Iran Pasti akan Balas Dendam

Kamis, 2 Juli 2026 | 10:40 WIB
X