SEOUL/SINGAPURA,METROSELEBES.COM-Saham produsen baja terkemuka di Korea Selatan dan Vietnam anjlok tajam pada hari Senin setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan akan menggandakan tarif impor baja dan aluminium menjadi 50%. Langkah ini memicu ketidakpastian global dan mengguncang pasar Asia yang sangat bergantung pada ekspor logam tersebut ke Negeri Paman Sam.
Baca Juga: Negara Tak Bisa Dipermainkan: Prabowo Tegaskan Sanksi Bagi Pengkhianat Bangsa
Trump menyampaikan kebijakan tarif baru itu pada Jumat lalu, yang akan berlaku efektif mulai 4 Juni. Keputusan tersebut diumumkan hanya beberapa jam setelah ia menuduh China melanggar kesepakatan bersama untuk menghapuskan pembatasan perdagangan dan tarif atas mineral penting.
Industri Baja Asia Gelisah. Kebijakan baru ini langsung berdampak pada saham perusahaan baja. Di Korea Selatan, saham raksasa baja POSCO dan Hyundai Steel masing-masing turun 3%, sementara SeAH Steel Corp merosot hingga 8%. Vietnam pun mengalami dampak serupa: saham Hoa Sen Group turun 2,8%, Nam Kim Steel merosot 3,4%, dan Vietnam Steel Corp anjlok 2,7%.
Baca Juga: Dolar AS Melemah Akibat Ketegangan Tarif Baja dan Hubungan Dagang dengan China
Menurut data pemerintah Vietnam, ekspor baja dan produk baja mereka ke AS sudah turun 27% dalam empat bulan pertama tahun ini—dan tarif baru diperkirakan akan memperburuk tren ini.
Seorang eksekutif industri baja yang enggan disebutkan namanya menyatakan bahwa meski harga baja di AS sedang tinggi, eksportir Korea Selatan telah menahan diri untuk tidak meningkatkan pengiriman demi menghindari sorotan dari Washington. "Kenaikan tarif ini akan menjadi beban berat bagi eksportir, apalagi jika harga baja di AS tidak naik lebih lanjut," ujarnya.
Korea Selatan Bergerak Cepat. Merespons kebijakan terbaru dari Washington, Kementerian Perindustrian Korea Selatan mengadakan pertemuan darurat dengan para pemimpin industri baja, termasuk POSCO dan Hyundai Steel. Dalam pernyataan resminya, kementerian menyatakan akan membawa isu tarif ini dalam diskusi perdagangan bilateral dengan AS untuk meminimalisir dampaknya terhadap industri nasional.
Baca Juga: Harga Minyak Naik Tajam, OPEC+ Pilih Konsistensi Ketimbang Kejutan
Korea Selatan tercatat sebagai eksportir baja terbesar keempat ke AS tahun lalu, setelah Kanada, Meksiko, dan Brasil, berdasarkan data American Iron and Steel Institute.
Artikel Terkait
Kopdes Merah Putih Capai 75 Ribu: Bukti Nyata Kolaborasi Lintas Sektor Bangun Ekonomi Desa
Panen Tetap Cuan di Musim Kemarau: Ini 7 Tanaman Tahan Kering yang Cocok untuk Petani Indonesia”
Dari Jalanan Hong Kong ke Pameran di Taipei: Perjuangan Fu Tong Tak Berakhir
Trump dan Xi Akan Berdialog di Tengah Ketegangan Perdagangan Mineral Kritis
Upaya Perdamaian Diblokir: Israel Gagalkan Kunjungan Menteri Arab ke Palestina
Perang Dagang Trump Guncang Ekonomi Global: Dari Tarif Ekspor Gila-Gilaan hingga Drama Pengadilan
Harga Minyak Naik Tajam, OPEC+ Pilih Konsistensi Ketimbang Kejutan
Pelantikan Serentak Dua Bupati dan TP-PKK Sukses Warnai Awal Juni 2025 di Sulteng
Dolar AS Melemah Akibat Ketegangan Tarif Baja dan Hubungan Dagang dengan China
Negara Tak Bisa Dipermainkan: Prabowo Tegaskan Sanksi Bagi Pengkhianat Bangsa