Harga Minyak Naik Tajam, OPEC+ Pilih Konsistensi Ketimbang Kejutan

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Senin, 2 Juni 2025 | 13:58 WIB
Sebuah pompa angguk beroperasi di lokasi Vermilion Energy di Trigueres, Prancis. Source FOTO: REUTERS
Sebuah pompa angguk beroperasi di lokasi Vermilion Energy di Trigueres, Prancis. Source FOTO: REUTERS

SINGAPURA,METROSELEBES.COM-Harga minyak mentah global melonjak lebih dari $1 per barel pada Senin pagi setelah kelompok produsen OPEC+ memutuskan untuk tetap menaikkan produksi sebesar 411.000 barel per hari (bph) pada bulan Juli, jumlah yang sama seperti dua bulan sebelumnya. Keputusan ini mengejutkan sebagian pelaku pasar yang sebelumnya khawatir akan adanya kenaikan produksi yang lebih besar. Seperti dikutip dari Reuters pada Senin (02/06/2025).

Baca Juga: Perang Dagang Trump Guncang Ekonomi Global: Dari Tarif Ekspor Gila-Gilaan hingga Drama Pengadilan

Harga minyak Brent tercatat naik $1,46 atau 2,33% menjadi $64,24 per barel pada pukul 06.26 GMT, setelah turun 0,9% pada sesi perdagangan Jumat lalu. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik $1,66 atau 2,73% menjadi $62,45 per barel, setelah mencatat penurunan 0,3% pada hari sebelumnya.

 

Kedua kontrak acuan tersebut masih mencatat penurunan mingguan lebih dari 1% pada pekan lalu. Namun, keputusan OPEC+ memberikan angin segar di tengah kekhawatiran pasar atas potensi lonjakan produksi yang lebih agresif.

Baca Juga: Upaya Perdamaian Diblokir: Israel Gagalkan Kunjungan Menteri Arab ke Palestina

Kelompok OPEC+, yang terdiri dari negara-negara anggota OPEC dan sekutu mereka termasuk Rusia, telah secara konsisten menaikkan produksi sebesar 411.000 bph sejak Mei. Langkah ini merupakan bagian dari strategi untuk merebut kembali pangsa pasar serta menekan negara-negara anggota yang secara konsisten melampaui kuota produksi mereka, seperti Irak dan Kazakhstan.

 

"Jika mereka memutuskan kenaikan produksi yang lebih besar dari perkiraan, harga minyak pada pembukaan hari Senin kemungkinan akan jatuh tajam," ujar analis Onyx Capital Group, Harry Tchilinguirian, melalui unggahannya di LinkedIn.

Baca Juga: Trump dan Xi Akan Berdialog di Tengah Ketegangan Perdagangan Mineral Kritis

Para pelaku pasar menyatakan bahwa kenaikan 411.000 bph ini sudah diperhitungkan dalam harga kontrak berjangka Brent dan WTI. Menurut catatan Commonwealth Bank of Australia, motivasi utama OPEC+ adalah untuk menegakkan disiplin produksi di antara anggota-anggotanya.

 

Kazakhstan sendiri telah menyatakan kepada OPEC bahwa mereka tidak berencana mengurangi produksi minyaknya, berdasarkan laporan dari kantor berita Rusia, Interfax, yang mengutip wakil menteri energi negara tersebut.

Baca Juga: Dari Jalanan Hong Kong ke Pameran di Taipei: Perjuangan Fu Tong Tak Berakhir

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X