TAIPEI,METROSELEBES.COM-Bank sentral Taiwan menyatakan bahwa utang pemerintah Amerika Serikat tetap dalam kondisi yang sehat dan masih menjadi pilihan utama para investor global. Dalam pernyataan resminya pada Minggu (01/06/2025), otoritas moneter tersebut menegaskan bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap posisi dolar AS sebagai mata uang cadangan internasional terkemuka.
Baca Juga: India Klaim Taktik Baru Sukses Kalahkan Pakistan dalam Konflik Terbaru
Pernyataan ini muncul di tengah kekhawatiran pasar pasca pengumuman tarif baru oleh Presiden AS Donald Trump pada 2 April lalu, yang sempat mengguncang pasar keuangan global, termasuk obligasi negara AS (U.S. Treasuries). Keresahan meningkat seiring pernyataan Trump yang mengeluhkan penguatan dolar AS, memicu spekulasi bahwa pemerintah AS mungkin menginginkan pelemahan nilai tukar mata uang tersebut.
Meski demikian, bank sentral Taiwan menegaskan bahwa kepercayaan terhadap obligasi pemerintah AS tetap tinggi. “Utang publik AS masih stabil, memiliki likuiditas yang baik, dan fungsinya sebagai penyimpan nilai masih sangat dihargai oleh para investor,” tulis bank sentral di situs resminya.
Baca Juga: Hakim AS Pertimbangkan Sanksi Lebih Ringan bagi Google dalam Kasus Monopoli Mesin Pencari
Saat ini, Taiwan memiliki cadangan devisa sebesar USD 582,8 miliar, di mana lebih dari 80% di antaranya terdiri dari obligasi pemerintah AS. Hal ini menunjukkan besarnya kepercayaan Taiwan terhadap stabilitas ekonomi dan keuangan Amerika Serikat.
Bank sentral juga menyerukan kepada media dan pelaku pasar untuk tidak berspekulasi terkait nilai tukar, menyusul penguatan dolar Taiwan terhadap dolar AS dalam sebulan terakhir. Spekulasi menyebutkan bahwa Washington meminta Taipei untuk membiarkan mata uangnya menguat sebagai bagian dari negosiasi tarif, namun bank sentral Taiwan menepis kabar tersebut.
Baca Juga: Apakah Google Akan Kehilangan Dominasi di Dunia Pencarian? Berikut Penjelasannya.!!
Dalam laporan terbarunya, bank sentral mengungkapkan bahwa tim pengawas mereka menemukan adanya dana asing dalam jumlah besar yang ditransfer ke rekening deposito dolar Taiwan dengan dalih untuk investasi saham domestik. Namun setelah ditelusuri, investasi tersebut tidak terjadi.
“Investor asing wajib menggunakan dana remitansi mereka untuk investasi di sekuritas domestik, sesuai deklarasi yang telah mereka buat, dan tidak untuk berspekulasi terhadap nilai tukar dolar Taiwan,” tegas pernyataan tersebut.
Baca Juga: Menjelang G7, PM Jepang Ishiba Upayakan Deal Dagang dengan Trump
Artikel Terkait
Daihatsu Xenia 2025 Hadir Lebih Modern, Irit dan Terjangkau Untuk Keluarga Indonesia, Intip Harganya..!
Fakta Sejarah 1 Juni, Hari Lahir Pancasila Yang Sempat Dilarang Di Era Soeharto
Inilah Cerita Tentang Burung Garuda Yang Jadi Lambang Negara Indonesia
Pertahanan Global Goyang: Ketika Eropa Berkata ‘Tidak’ pada Amerika di Asia
Komentar Mbappe Usai PSG Libas Inter 5-0 Dan Raih Treble Winner Liga Champions
Wamenaker Blak-Blakan: Ada Pengusaha Tolak SE Larangan Syarat Usia Dan Good Looking, Ini Regulasi Negara..!
Menjelang G7, PM Jepang Ishiba Upayakan Deal Dagang dengan Trump
Apakah Google Akan Kehilangan Dominasi di Dunia Pencarian? Berikut Penjelasannya.!!
Hakim AS Pertimbangkan Sanksi Lebih Ringan bagi Google dalam Kasus Monopoli Mesin Pencari
India Klaim Taktik Baru Sukses Kalahkan Pakistan dalam Konflik Terbaru