NEW DELHI,METROSELEBES.COM-Sebuah kesepakatan dagang antara India dan Amerika Serikat berpotensi mendorong lonjakan ekspor serta membuka akses pasar baru bagi India, menurut laporan tinjauan ekonomi bulanan dari Kementerian Keuangan India yang dirilis Selasa (27/05/2025).
Baca Juga: Jepang Pertimbangkan Pengurangan Penerbitan Obligasi Super-Jangka Panjang untuk Redam Gejolak Pasar
Laporan tersebut menyatakan bahwa keberhasilan perjanjian dagang ini bisa mengubah tantangan perdagangan yang ada menjadi peluang besar, dengan menciptakan angin segar bagi sektor ekspor dan memperkuat hubungan ekonomi antara kedua negara.
“Kesepakatan dagang yang sukses antara AS dan India dapat mengubah tantangan saat ini menjadi peluang, membuka akses pasar baru dan memberi energi baru pada ekspor,” tulis laporan tersebut.
Baca Juga: Ekonomi Tiongkok Bangkit atau Hanya Sekadar Nafas Panjang?
Menteri Perdagangan India, Piyush Goyal, baru saja mengunjungi Washington pekan lalu untuk mempercepat pembicaraan dagang. Kedua negara menargetkan penandatanganan perjanjian sementara pada awal Juli, memanfaatkan jeda 90 hari atas kenaikan tarif impor yang diumumkan Presiden AS Donald Trump pada 9 April lalu. Kebijakan tersebut termasuk pengenaan tarif sebesar 26% terhadap barang impor dari India, yang kini sedang ditangguhkan.
Amerika Serikat saat ini merupakan mitra dagang terbesar India, dengan total nilai perdagangan bilateral mencapai sekitar USD 129 miliar pada tahun 2024. Neraca perdagangan saat ini berpihak pada India, dengan surplus sebesar USD 45,7 miliar terhadap AS.
Baca Juga: Lee Jae-myung Unggul Jauh Jelang Pilpres Korea Selatan, Isu Politik dan Keamanan Mengemuka
Selain isu perdagangan, laporan tersebut juga menyoroti kebijakan fiskal pemerintah seperti pembebasan pajak langsung, stimulus fiskal, serta penurunan suku bunga oleh bank sentral yang diyakini dapat mempercepat pemulihan ekonomi dan mendorong pertumbuhan ke kisaran atas proyeksi, yakni antara 6,3% hingga 6,8% pada tahun fiskal ini.
Pengeluaran modal pemerintah disebut memainkan peran krusial dalam menjaga aktivitas ekonomi serta melindungi perekonomian dari guncangan global. Selain itu, pemotongan pajak penghasilan pribadi dan pelonggaran moneter diharapkan mampu merangsang konsumsi serta investasi swasta.
Artikel Terkait
Diplomasi ASEAN di Tengah Gejolak Global: Indonesia Gaet Laos dan Singapura Perkuat Ekonomi dan Stabilitas Kawasan
ASN Kementerian Koperasi Resmi Bertugas: Langkah Awal Menuju Birokrasi Profesional dan Inovatif
Empat Srikandi Belanda Resmi Jadi WNI, Siap Perkuat Timnas Sepak Bola Putri Indonesia
Jagung NTB Tembus Blitar: Strategi Bapanas Jaga Harga dan Penuhi Pakan Ternak
Korea Utara Kecam Proyek Golden Dome AS: "Skenario Perang Nuklir di Luar Angkasa"
Koperasi Merah Putih Jadi Ujung Tombak Distribusi Subsidi
Pengobatan Alat Vital Paling Ampuh di Sigi, Palu oleh H. Abdul Azis
Lee Jae-myung Unggul Jauh Jelang Pilpres Korea Selatan, Isu Politik dan Keamanan Mengemuka
Ekonomi Tiongkok Bangkit atau Hanya Sekadar Nafas Panjang?
Jepang Pertimbangkan Pengurangan Penerbitan Obligasi Super-Jangka Panjang untuk Redam Gejolak Pasar