Anwar Ibrahim Soroti Terobosan dalam Krisis Myanmar dan Serukan Persatuan ASEAN Hadapi Ancaman Tarif AS

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Selasa, 27 Mei 2025 | 00:06 WIB
Perdana Menteri Laos Sonexay Siphandone, Sekretaris Tetap Kementerian Luar Negeri Myanmar Aung Kyaw Moe, Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong, Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra, Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chinh. Source FOTO: Reuters
Perdana Menteri Laos Sonexay Siphandone, Sekretaris Tetap Kementerian Luar Negeri Myanmar Aung Kyaw Moe, Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong, Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra, Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chinh. Source FOTO: Reuters

KUALA LUMPUR,METROSELEBES.COM-Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, memuji langkah-langkah "signifikan" dalam upaya melibatkan pihak-pihak yang bertikai di Myanmar saat para pemimpin Asia Tenggara berkumpul dalam KTT ASEAN di Kuala Lumpur. Pertemuan ini fokus pada penyelesaian krisis Myanmar yang berkepanjangan dan merespons ketidakpastian perdagangan global akibat ancaman tarif dari Presiden AS Donald Trump. Seperti dikutip dari Reuters.com. Senin (26/05/2025).

Baca Juga: ASN Tangguh, Negara Maju: PPPK Kemenag Tahap I 2024 Resmi Dilantik

Krisis Myanmar terus memburuk sejak kudeta militer pada 2021 yang menggulingkan pemerintahan sipil terpilih pimpinan peraih Nobel Aung San Suu Kyi. Protes prodemokrasi yang pecah setelahnya telah berkembang menjadi konflik bersenjata luas yang telah memaksa lebih dari 3,5 juta orang mengungsi, menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa.

 

Sebagai Ketua ASEAN saat ini, Anwar memimpin upaya menghidupkan kembali proses perdamaian yang sempat stagnan. Ia menyebut pertemuan tertutup bulan lalu di Bangkok dengan pemimpin junta Min Aung Hlaing dan pertemuan virtual dengan Pemerintah Persatuan Nasional (NUG) sebagai langkah yang “signifikan namun rapuh.”

Baca Juga: Sekab Teddy Sebut Presiden Prabowo Dukung Papua Nugini Bergabung Dengan ASEAN

“Kami telah mampu mendorong kemajuan dalam upaya menyelesaikan krisis Myanmar,” ujar Anwar dalam pidato pembukaan KTT. “Sepanjang proses ini, pendekatan diam-diam sangat penting. Langkahnya mungkin kecil dan jembatannya rapuh, tapi seperti kata pepatah, dalam urusan perdamaian, jembatan rapuh tetap lebih baik daripada jurang yang melebar.”

 

ASEAN belum menyepakati sikap bersama mengenai rencana pemilu yang digagas junta, yang secara luas dianggap sebagai upaya mempertahankan kekuasaan militer melalui boneka politik. Namun, para menteri luar negeri ASEAN dalam pertemuan khusus akhir pekan lalu mengusulkan penunjukan utusan tetap ASEAN untuk Myanmar dengan masa jabatan tiga tahun, guna memberikan kesinambungan dalam diplomasi.

Baca Juga: Raja Charles Kunjungi Kanada: Simbol Dukungan di Tengah Isu Aneksasi oleh Trump

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Thailand mengusulkan pelibatan internasional yang lebih luas terhadap junta, meskipun junta tetap dilarang menghadiri KTT tingkat tinggi ASEAN karena tidak mematuhi rencana perdamaian yang disepakati.

 

ASEAN Bersiap Hadapi Guncangan Tarif Dagang AS. Di tengah ketegangan geopolitik, ASEAN juga menghadapi tekanan ekonomi baru akibat ancaman tarif tinggi dari Amerika Serikat. Enam negara Asia Tenggara yang menjadi target Washington berpotensi dikenai tarif sebesar 32% hingga 49% mulai Juli, kecuali jika tercapai kesepakatan pengurangan tarif.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X