Bareskrim Uji Keaslian Ijazah Jokowi, Ambil 7 Sampel Dari Rekan Kuliah Dan SMA

photo author
Mahful Haruna, Metro Selebes
- Kamis, 8 Mei 2025 | 21:47 WIB
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.  (Foto : Instagram.com/@jokowi)
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. (Foto : Instagram.com/@jokowi)

SOLO, METROSELEBES.COM - Bareskrim Polri resmi mengambil tujuh sampel ijazah milik rekan-rekan Presiden Joko Widodo di Solo dan Yogyakarta, sebagai bagian dari proses penyelidikan kasus dugaan ijazah palsu yang menyeret nama orang nomor satu di Indonesia itu.

Baca Juga: Kejagung Sita Total Rp6,8 Triliun Dari Skandal Sawit Duta Palma

Langkah ini merupakan buntut dari laporan Presiden Jokowi ke Polda Metro Jaya atas tudingan ijazah palsu yang dilontarkan sejumlah pihak. Sebanyak lima orang dilaporkan karena dianggap menyebarkan informasi hoaks terkait latar belakang pendidikan Jokowi.

“Kami ke Solo dan Yogyakarta untuk ambil sampel pembanding. Ini jadi salah satu kegiatan penyelidikan untuk uji laboratorium forensik,” ujar Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Djuhandani Rahardjo Puro, saat konferensi pers di Polresta Surakarta, Kamis, 8 Mei 2025.

Baca Juga: PANRB-KPK Perkuat Sinergi, Wujudkan Tata Kelola SDM yang Bersih dan Profesional

Rahardjo menjelaskan, sampel yang diambil berasal dari ijazah milik teman-teman Jokowi saat bersekolah di SMAN 6 Solo dan saat menempuh pendidikan di Universitas Gadjah Mada (UGM). Tujuannya untuk dilakukan pembandingan ilmiah melalui Labfor Polri.

Selain pengambilan sampel, tim penyelidik juga telah memeriksa sekitar 31 saksi, mulai dari teman masa kuliah hingga pelapor dari masyarakat.

“Proses ini masih tahap penyelidikan. Kita terus dalami dan nantinya akan dilihat apakah tudingan tersebut memiliki dasar hukum yang kuat atau tidak,” tambahnya.

Baca Juga: Gibran dan Menteri Pertanian Serahkan Bantuan Alsintan di Kupang, Tegaskan Komitmen Pemerintah untuk Petani

Tak hanya ijazah, Bareskrim juga mengambil dokumen lain dari UGM, termasuk dokumen pendaftaran hingga skripsi yang disebut-sebut palsu oleh para pelapor.

“Kita gunakan metode scientific investigation agar hasilnya tak terbantahkan. Tentu semua pihak harus bersabar menunggu hasil laboratorium forensik,” tegas Rahardjo.

Kasus ini menyedot perhatian publik karena menyeret nama Presiden Jokowi dan memicu perdebatan tajam di ruang publik.***

Ingin saya sesuaikan juga ke versi WartaSulawesi.com atau media lain?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mahful Haruna

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X