Serangan ular terhadap manusia biasanya terjadi karena habitat ular terganggu atau kelaparan ekstrem.
Kejadian serupa juga pernah terjadi sebelumnya. Pada tahun 2017, warga Mamuju, Sulawesi Barat, digegerkan oleh penemuan seorang petani yang ditemukan sudah meninggal dunia dalam perut ular piton sepanjang 7 meter.
Begitu pula pada 2022, seorang wanita di Sumatera ditemukan tewas dalam perut ular setelah menghilang saat pergi ke kebun.
Baca Juga: Kopdes Merah Putih Jadi Mesin Baru UMKM: Menkop Dorong Percepatan Ekonomi Kolektif
Peristiwa anak kecil hampir dimangsa ular ini adalah panggilan darurat untuk semua orang tua dan masyarakat pedesaan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman satwa liar.
Pengawasan anak-anak yang bermain di kebun atau wilayah terbuka harus diperketat.
Pemerintah daerah dan dinas terkait juga diharapkan memberikan penyuluhan atau mitigasi konflik manusia dan satwa liar, terutama di daerah rawan seperti ini.***
Artikel Terkait
Langkah Serius Pemerintah: KUR Perumahan Siap Jalan Juli 2025, Permen PKP Segera Rampung
Kosong Adalah Isi: Ketika Logika Anak Filsafat Viral di Dunia Maya"
Ramalan Mencekam Hard Gumay: Hindari Terbang 23-25 Agustus dan Desember 2025
1000 SPPG untuk Pesantren: Komitmen Pemerintah Atasi Kemiskinan Lewat Pendidikan Vokasional
Beras Oplosan Rugikan Rakyat, DPR Siap Kawal Tuntas hingga ke Akar Permainan Pangan
Kopdes Merah Putih Jadi Mesin Baru UMKM: Menkop Dorong Percepatan Ekonomi Kolektif
RUU KUHAP Kini Dibuka Lebar untuk Publik, DPR Klarifikasi 6 Miskonsepsi Krusial
DPR RI Tegaskan Pembahasan Revisi KUHAP Tidak "Gelap-Gelapan", Publik Diundang Terlibat Langsung
Launching Kopdes Merah Putih Diundur Demi Arahan Presiden, Target 80 Persen Desa Aktif Oktober
MPLS Sekolah Rakyat Dimulai Serentak, SRMP 22 Sigi Jadi yang Pertama di Sulawesi Tengah