1000 SPPG untuk Pesantren: Komitmen Pemerintah Atasi Kemiskinan Lewat Pendidikan Vokasional

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Rabu, 16 Juli 2025 | 05:11 WIB
peletakan batu pertama pembangunan SPPG (Satuan Pelayanan Pemberdayaan Gender dan Ekonomi) di Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini, Pasuruan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia (Menko PM) Muhamin Iskandar yang biasa disapa sebagai cak imin (Instagram kemenkopmri)
peletakan batu pertama pembangunan SPPG (Satuan Pelayanan Pemberdayaan Gender dan Ekonomi) di Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini, Pasuruan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia (Menko PM) Muhamin Iskandar yang biasa disapa sebagai cak imin (Instagram kemenkopmri)

 

PASURUAN, METROSELEBES.COM – Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam mengentaskan kemiskinan dan memperkuat pemberdayaan ekonomi umat melalui pendidikan berbasis pesantren.

Salah satu langkah nyata adalah peletakan batu pertama pembangunan SPPG (Satuan Pelayanan Pemberdayaan Gender dan Ekonomi) di Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini, Pasuruan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia (Menko PM) Muhamin Iskandar yang biasa disapa sebagai cak imin

Peletakan batu pertama ini merupakan implementasi langsung dari Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 yang dikeluarkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga: Ramalan Mencekam Hard Gumay: Hindari Terbang 23-25 Agustus dan Desember 2025

Inpres tersebut menekankan pentingnya percepatan pengentasan kemiskinan melalui penguatan peran pesantren sebagai pusat pemberdayaan ekonomi dan sosial.

Pembangunan SPPG di lingkungan pesantren ini bukan hanya simbolis. Program ini merupakan bagian dari rencana besar pemerintah untuk membangun 1.000 SPPG di seluruh Indonesia.

Tujuannya adalah menciptakan ekosistem ekonomi mandiri yang berbasis pada nilai-nilai keislaman dan kemandirian santri.

Baca Juga: Kosong Adalah Isi: Ketika Logika Anak Filsafat Viral di Dunia Maya

Dalam sambutannya, Menko PM menekankan bahwa kehadiran SPPG akan membuka ruang besar bagi santri dan masyarakat sekitar untuk mendapatkan akses pelatihan kerja, kewirausahaan, serta penguatan kapasitas perempuan dan kelompok rentan lainnya.

Pondok Pesantren Al-Yasini Pasuruan menjadi salah satu yang pertama menerima program ini. Ponpes yang dikenal aktif dalam dakwah dan pemberdayaan masyarakat ini dinilai siap menjadi percontohan nasional untuk pelaksanaan SPPG secara berkelanjutan.

Data dari Kementerian PM menyebutkan bahwa lebih dari 23 juta jiwa di Indonesia masih berada di bawah garis kemiskinan, dengan sebagian besar tersebar di wilayah pedesaan.

Baca Juga: Langkah Serius Pemerintah: KUR Perumahan Siap Jalan Juli 2025, Permen PKP Segera Rampung

Pesantren yang jumlahnya mencapai lebih dari 36 ribu unit di seluruh Indonesia dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi mitra strategis dalam menjangkau masyarakat akar rumput.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X