JAKARTA, METROSELEBES.COM – Ketua DPR RI, Puan Maharani, menegaskan pentingnya pengusutan menyeluruh atas praktik beras oplosan yang merugikan masyarakat.
Ia menyoroti bahwa praktik curang ini tidak hanya mencederai kepercayaan publik terhadap distribusi pangan, tetapi juga berpotensi memperparah ketimpangan sosial-ekonomi di tingkat akar rumput.
“Jangan sampai kemudian merugikan rakyat. Kalau ada pihak yang terbukti melakukan, harus diproses hukum.
Baca Juga: 1000 SPPG untuk Pesantren: Komitmen Pemerintah Atasi Kemiskinan Lewat Pendidikan Vokasional
DPR akan awasi lewat komisi-komisi terkait,” tegas Puan dalam pernyataannya.
Puan menegaskan bahwa DPR RI siap mengawal proses hukum serta mendesak pemerintah agar tidak membiarkan praktik dagang curang seperti beras oplosan kembali terjadi.
Puan menekankan bahwa permainan pangan ini bisa menjadi alat spekulasi yang menyusahkan masyarakat, apalagi di tengah kondisi ekonomi yang masih rentan.
Baca Juga: Ramalan Mencekam Hard Gumay: Hindari Terbang 23-25 Agustus dan Desember 2025
Menurut data dari Badan Pangan Nasional, konsumsi beras di Indonesia pada 2024 mencapai lebih dari 30 juta ton.
Praktik oplosan, seperti mencampur beras premium dengan kualitas rendah lalu menjualnya dengan harga tinggi, sangat merugikan masyarakat bawah yang bergantung pada harga pangan terjangkau.
Bahkan, hasil investigasi di sejumlah wilayah menunjukkan adanya peningkatan keluhan terkait kualitas beras bantuan sosial yang tidak sesuai standar.
Baca Juga: Kosong Adalah Isi: Ketika Logika Anak Filsafat Viral di Dunia Maya
Artikel Terkait
Operasi Patuh Tinombala 2025, Strategi Lalu Lintas Sulteng Menuju Indonesia Emas
Serangan Balik Gaza Tewaskan Tentara Israel, 3 Lainnya Luka Parah
MBG Jadi Motor Ekonomi Desa: Dari Gizi Anak Hingga Swasembada Pangan Lokal
ODGJ Telanjang di Jalan Protokol Palu: Warga Panik, Lalu Lintas Sempat Terganggu
Diplomasi Pertahanan di Indo-Pasifik: Indonesia-AS Perkuat Strategi Keamanan Kawasan
Simbol Palu Arit Muncul di Palu, Warga Geram: “Luka Lama Terbuka Lagi”
Langkah Serius Pemerintah: KUR Perumahan Siap Jalan Juli 2025, Permen PKP Segera Rampung
Kosong Adalah Isi: Ketika Logika Anak Filsafat Viral di Dunia Maya"
Ramalan Mencekam Hard Gumay: Hindari Terbang 23-25 Agustus dan Desember 2025
1000 SPPG untuk Pesantren: Komitmen Pemerintah Atasi Kemiskinan Lewat Pendidikan Vokasional