Kolaborasi Strategis KSP dan Bapanas, Gaspol Wujudkan Swasembada Pangan dan Stabilitas Harga

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Selasa, 27 Mei 2025 | 05:20 WIB
Wakil Kepala Staf Kepresidenan, M. Qodari, menerima kunjungan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), H. Arief Prasetyo Adi, di kantor Bina Graha pada 26 Mei. (Instagram kantorstafpresidenri)
Wakil Kepala Staf Kepresidenan, M. Qodari, menerima kunjungan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), H. Arief Prasetyo Adi, di kantor Bina Graha pada 26 Mei. (Instagram kantorstafpresidenri)

 

JAKARTA, METROSELEBES.COM – Wakil Kepala Staf Kepresidenan, M. Qodari, menerima kunjungan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), H. Arief Prasetyo Adi, di kantor Bina Graha pada 26 Mei.

Pertemuan ini menjadi momen penting dalam memperkuat kolaborasi strategis antar-lembaga untuk mempercepat realisasi swasembada pangan dan menjaga kestabilan harga pangan nasional.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai hal krusial, mulai dari pengendalian inflasi pangan, optimalisasi Cadangan Beras Pemerintah (CBP), hingga peningkatan akurasi data produksi beras nasional.

Baca Juga: ASN Tangguh, Negara Maju: PPPK Kemenag Tahap I 2024 Resmi Dilantik

Optimalisasi lahan pertanian juga menjadi perhatian penting, termasuk pelaksanaan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk komoditas strategis seperti beras dan gula.

M. Qodari menegaskan bahwa Kantor Staf Presiden (KSP) akan terus “gaspol” mendorong sinergi lintas lembaga agar ketahanan dan swasembada pangan dapat tercapai.

“Kolaborasi strategis ini penting agar harga pangan tetap bersahabat di kantong masyarakat,” ujar Qodari.

Menurut data Badan Pangan Nasional, hingga Mei 2025, stok Cadangan Beras Pemerintah mencapai lebih dari 1,2 juta ton.

Angka ini dinilai cukup untuk menjaga stabilitas harga hingga musim panen berikutnya.

Baca Juga: Sekab Teddy Sebut Presiden Prabowo Dukung Papua Nugini Bergabung Dengan ASEAN

Selain itu, Bapanas juga meluncurkan digitalisasi data pangan untuk memantau pergerakan harga secara real-time, sebagai upaya mendukung kebijakan berbasis data.

Sementara itu, berdasarkan laporan Bank Indonesia, inflasi pangan bergejolak atau volatile food pada April 2025 tercatat turun menjadi 4,3% (yoy), lebih rendah dibanding bulan sebelumnya.

Penurunan ini dikaitkan dengan keberhasilan SPHP dan koordinasi antar-lembaga.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X