Produksi Golf Menurun, Apakah Empat Hari Kerja Cukup?

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Selasa, 3 Juni 2025 | 21:15 WIB
Volkswagen Golf terlihat di jalur produksi untuk mobil Golf VIII dan Tiguan di kantor pusat VW di Wolfsburg, Jerman, pada 23 Mei 2024. Source FOTO: REUTERS
Volkswagen Golf terlihat di jalur produksi untuk mobil Golf VIII dan Tiguan di kantor pusat VW di Wolfsburg, Jerman, pada 23 Mei 2024. Source FOTO: REUTERS

BERLIN,METROSELEBES.COM-Volkswagen (VW) berencana melakukan perubahan besar di pabrik pusatnya di Wolfsburg, Jerman, seiring transisi menuju produksi eksklusif kendaraan listrik (EV) mulai tahun 2027. Perubahan ini kemungkinan akan mengarah pada penerapan sistem kerja empat hari dalam sepekan sebagai langkah penyesuaian sementara.

Baca Juga: Target Energi Bersih 2030 Terancam, Siemens Desak Inggris Naikkan Kapasitas Lelang Angin Laut

Informasi ini disampaikan oleh Ketua Dewan Pekerja VW, Daniela Cavallo, dalam pertemuan dengan para pekerja pada Selasa. Menurutnya, serikat pekerja telah mencapai kesepakatan dengan manajemen terkait tingkat utilisasi minimum selama masa transisi tersebut. Namun, Cavallo juga mendorong para pekerja untuk mengambil shift tambahan sebelum masa transisi dimulai, guna mengantisipasi potensi penurunan jam kerja ke depannya.

 

"Kita harus mulai menyiapkan cadangan dari sekarang, agar bisa dimanfaatkan nanti. Mulai 2027, sistem kerja empat hari bukanlah skenario yang tidak masuk akal," ujar Cavallo.

Baca Juga: Meta dan Energi Nuklir: Langkah Besar Teknologi Dunia yang Bisa Jadi Contoh untuk Indonesia

Langkah ini merupakan bagian dari kesepakatan yang dicapai antara VW dan serikat pekerja pada Desember lalu, yang juga mencakup pemindahan produksi Golf bermesin pembakaran dari Wolfsburg ke Meksiko. Kebijakan ini sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan pekerja, khususnya mengenai keberlangsungan operasional pabrik utama VW tersebut.

 

Namun Cavallo meyakinkan bahwa masa depan pabrik Wolfsburg tetap aman berkat rencana produksi model Golf versi listrik dan penerus SUV kompak T-Roc menjelang akhir dekade ini. Ia juga menyoroti penurunan permintaan terhadap model Golf bermesin pembakaran sebagai alasan utama peralihan produksi.

Baca Juga: Kesepakatan Nuklir Baru AS-Iran Terancam Gagal Jika Celah Pengawasan IAEA Tak Ditutup

Data internal Dewan Pekerja yang diperoleh Reuters menunjukkan bahwa produksi Golf di Wolfsburg mengalami penurunan drastis, dari lebih dari satu juta unit pada 2015 menjadi hanya sekitar 300.000 unit pada 2024. Untuk tahun ini, produksi bahkan diperkirakan turun menjadi 250.000 unit.

 

"Trennya terus menurun dan tidak bisa dihentikan... Golf memang harus pindah ke Meksiko, cepat atau lambat. Jika tidak, pabrik kita akan terus tergelincir ke posisi terbawah dalam statistik ini," tegas Cavallo seperti dikutip dari intranet perusahaan.

Baca Juga: Harga Minyak Naik Tipis di Tengah Ketegangan Geopolitik dan Pelemahan Dolar AS

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Rekomendasi

Terkini

X