Tesla Akhiri Gugatan Hukum terhadap Larangan Penjualan Langsung di Louisiana

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Selasa, 22 Juli 2025 | 12:55 WIB
Sebuah kendaraan listrik Tesla Model Y melaju di sepanjang jalan raya dekat San Juan Capistrano, California, Amerika Serikat, pada 1 Juli 2025. Source FOTO: REUTERS
Sebuah kendaraan listrik Tesla Model Y melaju di sepanjang jalan raya dekat San Juan Capistrano, California, Amerika Serikat, pada 1 Juli 2025. Source FOTO: REUTERS

NEW ORLEANS,METROSELEBES.COM-Tesla Inc. akhirnya menyelesaikan gugatan hukumnya terhadap Negara Bagian Louisiana serta sejumlah dealer mobil dan asosiasi perdagangan, terkait larangan penjualan langsung kendaraan listrik kepada konsumen yang berlaku sejak 2017. Seperti dikutip dari Reuters pada Selasa (22/07/2025).

Baca Juga: Rosneft Tunjuk Kembali Eks Menteri Energi Qatar sebagai Ketua Dewan Direksi di Tengah Tekanan Sanksi Uni Eropa

Dalam dokumen penghentian perkara yang diajukan ke pengadilan federal di New Orleans, disebutkan bahwa seluruh klaim yang diajukan oleh Tesla telah “diselesaikan sepenuhnya dan secara final.” Namun, pejabat negara bagian tetap bersikukuh bahwa tindakan mereka hanya merupakan pelaksanaan tugas resmi, bukan pelanggaran hukum pidana.

 

Gugatan ini pertama kali diajukan pada Agustus 2022, dengan menargetkan Komisi Kendaraan Bermotor Louisiana (Louisiana Motor Vehicle Commission), dealer-dealer yang dimiliki oleh para komisaris, serta Louisiana Automobile Dealers Association. Tesla menuduh bahwa beberapa anggota komisi yang memiliki afiliasi dengan dealer mobil konvensional telah menyalahgunakan kewenangan mereka untuk menghalangi model bisnis Tesla yang menjual kendaraan langsung kepada konsumen tanpa melalui jaringan dealer waralaba.

Baca Juga: Koreksi Kontroversial: Media Industri Otomotif China Ralat Laporan Soal Larangan Penjualan Mobil Baru Dalam 6 Bulan

Tak hanya soal penjualan, gugatan tersebut juga menentang pembatasan yang diberlakukan terhadap aktivitas leasing dan layanan purnajual untuk kendaraan Tesla di Louisiana.

 

Hingga berita ini diturunkan, baik pihak Tesla maupun tim pengacara dari tergugat belum memberikan komentar resmi.

 

Kasus ini sempat mengalami dinamika hukum yang panjang. Pada Agustus 2024, pengadilan banding federal di New Orleans menghidupkan kembali klaim pelanggaran proses hukum konstitusional yang diajukan oleh Tesla, dan membatalkan putusan sebelumnya yang menolak klaim antitrust perusahaan. Pengadilan menyatakan bahwa ada kemungkinan bias terhadap Tesla sebagai produsen mobil berbasis di Austin, Texas. Namun, Mahkamah Agung AS bulan lalu menolak permintaan banding dari 18 komisaris kendaraan bermotor terkait putusan tersebut.

Baca Juga: Aksi Heroik Nelayan Laut Sulawesi: Nyawa Diselamatkan di Tengah Kobaran Api

Kasus ini tercatat dengan nomor perkara 22-02982, Tesla Inc. et al v. Louisiana Automobile Dealers Association et al, di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Timur Louisiana.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X