NEW ORLEANS,METROSELEBES.COM-Tesla Inc. akhirnya menyelesaikan gugatan hukumnya terhadap Negara Bagian Louisiana serta sejumlah dealer mobil dan asosiasi perdagangan, terkait larangan penjualan langsung kendaraan listrik kepada konsumen yang berlaku sejak 2017. Seperti dikutip dari Reuters pada Selasa (22/07/2025).
Dalam dokumen penghentian perkara yang diajukan ke pengadilan federal di New Orleans, disebutkan bahwa seluruh klaim yang diajukan oleh Tesla telah “diselesaikan sepenuhnya dan secara final.” Namun, pejabat negara bagian tetap bersikukuh bahwa tindakan mereka hanya merupakan pelaksanaan tugas resmi, bukan pelanggaran hukum pidana.
Gugatan ini pertama kali diajukan pada Agustus 2022, dengan menargetkan Komisi Kendaraan Bermotor Louisiana (Louisiana Motor Vehicle Commission), dealer-dealer yang dimiliki oleh para komisaris, serta Louisiana Automobile Dealers Association. Tesla menuduh bahwa beberapa anggota komisi yang memiliki afiliasi dengan dealer mobil konvensional telah menyalahgunakan kewenangan mereka untuk menghalangi model bisnis Tesla yang menjual kendaraan langsung kepada konsumen tanpa melalui jaringan dealer waralaba.
Tak hanya soal penjualan, gugatan tersebut juga menentang pembatasan yang diberlakukan terhadap aktivitas leasing dan layanan purnajual untuk kendaraan Tesla di Louisiana.
Hingga berita ini diturunkan, baik pihak Tesla maupun tim pengacara dari tergugat belum memberikan komentar resmi.
Kasus ini sempat mengalami dinamika hukum yang panjang. Pada Agustus 2024, pengadilan banding federal di New Orleans menghidupkan kembali klaim pelanggaran proses hukum konstitusional yang diajukan oleh Tesla, dan membatalkan putusan sebelumnya yang menolak klaim antitrust perusahaan. Pengadilan menyatakan bahwa ada kemungkinan bias terhadap Tesla sebagai produsen mobil berbasis di Austin, Texas. Namun, Mahkamah Agung AS bulan lalu menolak permintaan banding dari 18 komisaris kendaraan bermotor terkait putusan tersebut.
Baca Juga: Aksi Heroik Nelayan Laut Sulawesi: Nyawa Diselamatkan di Tengah Kobaran Api
Kasus ini tercatat dengan nomor perkara 22-02982, Tesla Inc. et al v. Louisiana Automobile Dealers Association et al, di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Timur Louisiana.
Artikel Terkait
Akibat Tabrakan Mengerikan di Charpakar, korban kehilangan sebelah kakinya
Donat Pinkan Mambo Dibeli Rp2,2 Juta oleh Shandy Purnamasari, Nagita Slavina Cicipi dan Beri Nilai 7,5
Jokowi Optimistis PSI Tembus Senayan 2029: Bukan Target, Tapi Keharusan
Keteladanan Margono Djojohadikusumo Dibedah di Serang, Lagu Favorit Sang Pendiri BNI Menggema Penuh Haru
Kaesang Pangarep Minta Maaf Gagal Bawa PSI ke Senayan, Janji Akan Jadi Partai yang Diperhitungkan di 2029
Abdul Rahman Agu, Sosok Pahlawan Penyelamat Bocah Saat KM Gregorius Barcelona Terbakar di Perairan Minahasa Tenggara
Presiden Prabowo Subianto Luncurkan 80.000 Koperasi Merah Putih Serentak, Wujud Nyata Kemandirian Ekonomi Desa
Aksi Heroik Nelayan Laut Sulawesi: Nyawa Diselamatkan di Tengah Kobaran Api
Koreksi Kontroversial: Media Industri Otomotif China Ralat Laporan Soal Larangan Penjualan Mobil Baru Dalam 6 Bulan
Rosneft Tunjuk Kembali Eks Menteri Energi Qatar sebagai Ketua Dewan Direksi di Tengah Tekanan Sanksi Uni Eropa